Thomas Schachinger membuat kode QR terkecil pada mikroskop elektron ThermoFisher Scios II USTEM (tuwien.at)
Teknologi nano storage berbasis keramik dinilai mampu menyimpan informasi penting selama ratusan hingga ribuan tahun tanpa listrik, pendinginan, maupun perawatan rutin. Potensi penggunaannya mencakup arsip ilmiah, dokumen pemerintahan, catatan budaya, hingga data penelitian yang membutuhkan pelestarian permanen. Teknologi ini dapat menjadi solusi atas tantangan degradasi data digital modern. Selain itu, kebutuhan energi yang sangat minim setelah penyimpanan juga menjadi keunggulan utama.
Dari sisi keberlanjutan, inovasi ini berpotensi mengurangi konsumsi energi pusat data yang selama ini sangat besar. Penyimpanan data tanpa kebutuhan daya jangka panjang dapat menekan emisi karbon dan dampak lingkungan dari infrastruktur digital global. Jika terus dikembangkan, nano storage berbasis keramik dapat menjadi fondasi baru bagi ekosistem penyimpanan data yang lebih ramah lingkungan.
Penciptaan QR code terkecil di dunia ini menunjukkan bahwa miniaturisasi teknologi informasi terus bergeser seiring kemajuan nanoteknologi. Inovasi tersebut membuktikan bahwa data dapat disimpan dalam struktur fisik berskala nano tanpa bergantung sepenuhnya pada perangkat elektronik konvensional. Melalui presisi tinggi dan stabilitas material yang kuat, teknologi ini menghadirkan pendekatan baru dalam pengarsipan digital. Hal ini sekaligus memperluas cakupan riset lintas disiplin antara sains material dan teknologi informasi.