Artificial Intelligence (AI) kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari mencari ide, menyusun tugas, membuat desain, hingga merangkum dokumen, semuanya bisa dilakukan lebih cepat dengan bantuan AI. Namun, tidak sedikit juga yang mulai merasakan bahwa penggunaan AI justru menguras energi. Bukannya merasa lebih ringan, mereka malah bingung memilih AI yang akan dipakai, terus mengulang prompt, hingga merasa kewalahan memeriksa kembali hasil yang diberikan.
Fenomena ini dikenal sebagai AI fatigue, yaitu rasa lelah yang muncul akibat terlalu sering berinteraksi dengan berbagai alat berbasis AI. Meski belum tergolong sebagai diagnosis medis, istilah ini semakin sering dibahas karena banyak pengguna mengalami pengalaman serupa. Jika akhir-akhir ini merasa penggunaan AI tidak lagi semudah dulu atau justru membuatmu cepat lelah, bisa jadi itu adalah kebiasaan yang menandakan kamu mengalami AI fatigue. Berikut ini lima tanda yang perlu kamu kenali.
