ilustrasi Steam Deck (unsplash.com/Georgiy Lyamin)
Sampai saat ini belum ada memorandum of understanding (MoU) antara Steam dengan Komdigi. Bahkan untuk Application Programming Interface atau API-nya saja mereka belum pernah bicara antara sistem.
"Apalagi API, belum pernah ngobrol sistem-ke-sistem. Jadi ada misinformasi. Satunya kan yang dibahas di website Steam, sedangkan yang kita kerjain, yang bener-bener kita cek itu yang di website-nya IGRS. Itu sebenarnya kan common practices. Tiap negara itu punya rating sistem masing-masing," jelasnya lebih lanjut.
Komdigi dan Steam sendiri baru akan melakukan pertemuan pada bulan Mei yang akan datang, termasuk proses MoU. Lalu, setelah itu MoU akan disambungkan ke API.
Lembaga tersebut akan terus melakukan penyempurnaan sistem IGRS, termasuk penguatan mekanisme verifikasi dan pengawasan, guna memastikan sistem klasifikasi berjalan lebih akurat dan terpercaya. Komdigi menekankan bahwa pengawasan ruang digital tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Masyarakat diimbau untuk mengacu pada informasi resmi melalui laman IGRS dan kanal resmi Komdigi.