Di dunia pengembangan aplikasi, ada dua pendekatan yang banyak dibanding-bandingin, yaitu low-code dan coding tradisional. Low-code bisa dibilang seperti “shortcut” karena kamu bisa membuat aplikasi lewat tampilan visual, tinggal drag-and-drop, ditambah sudah tersedia komponen siap pakai. Sementara itu, coding tradisional masih mengandalkan penulisan kode dari nol, mulai dari struktur sistem sampai logika aplikasinya.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, tidak ada yang mutlak lebih baik, semuanya kembali lagi ke kebutuhan proyek, tingkat kompleksitas, dan sumber daya yang kamu miliki. Untuk membantumu menentukan mana yang lebih baik, yuk kita simak perbandingan antara low-code dan coding tradisional!
