Meta, perusahaan induk Facebook, secara resmi mengalihkan fokus strategisnya dari pengembangan metaverse. Langkah ini diwujudkan dengan pengurangan tim dan restrukturisasi besar-besaran pada divisi Reality Labs, yang secara langsung berdampak pada ekosistem Virtual Reality (VR) yang telah mereka investasikan selama bertahun-tahun.
Perubahan kebijakan ini terlihat jelas dalam tiga hal, yaitu penutupan sejumlah studio pengembang game VR ternama, penghentian pembaruan konten untuk aplikasi VR populer, serta pergeseran prioritas investasi ke pengembangan perangkat wearable berbasis AI dan pengalaman berbasis mobile. Keputusan Meta tutup 3 studio VR aset Metaverse ini menandai perubahan dalam pengembangan konten dan perangkat VR ke depannya. Seperti apa informasi selengkapnya? Simak informasi berikut.
