Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tantang OpenAI dan Google, Microsoft Rilis 3 Model AI Baru Sekaligus
Microsoft, raksasa teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan (AI) (unsplash.com/Simon Ray)

Persaingan di dunia kecerdasan buatan (AI) semakin sengit. Microsoft menegaskan ambisinya dengan meluncurkan tiga model AI baru pada Kamis (2/4/2026), menantang para pesaing besar seperti OpenAI dan Google. Langkah Microsoft rilis 3 model AI baru secara sekaligus menegaskan strategi perusahaan dalam memperluas portofolio AI multimodal dan memperkuat kehadirannya di pasar global yang kian kompetitif.

Peluncuran ketiga model ini bukan sekadar tambahan teknologi baru. Microsoft menekankan bahwa model-model ini dirancang lebih cepat, lebih murah, dan lebih fleksibel, sehingga membuka peluang bagi pengembang dan bisnis untuk memanfaatkan AI generatif tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi. Lewat strategi harga yang agresif dan kemampuan AI yang menjanjikan, perusahaan berharap dapat menarik perhatian di tengah persaingan model bahasa besar (LLM) global.

Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, menyebut model-model baru ini sebagai bagian dari visi perusahaan untuk menghadirkan AI humanis, yang menempatkan manusia sebagai pusat penggunaan teknologi, sekaligus mempermudah komunikasi dan kreativitas sehari-hari. “Anda akan segera melihat lebih banyak model dari kami di Foundry dan langsung di produk Microsoft,” tulis Suleyman di blog resmi perusahaan.

1. Tiga model baru dengan kemampuan multimodal

gambar yang dibuat dengan MAI-Image-2 (microsoft.ai)

Microsoft AI, laboratorium riset raksasa teknologi, mengumumkan tiga model dasar AI yang dapat menghasilkan teks, suara, dan gambar. Model-model ini diklaim memiliki kemampuan multimodal, memungkinkan pengguna melakukan lebih dari sekadar interaksi teks.

Tiga model dasar AI dari Microsoft AI

Tiga model dasar AI

MAI-Transcribe-1

Model ini mampu mentranskripsikan ucapan dari 25 bahasa berbeda menjadi teks. Microsoft menyebut performanya 2,5 kali lebih cepat dibandingkan dengan layanan transkripsi Azure Fast.

MAI-Voice-1

Model penghasil audio yang dapat membuat audio berdurasi 60 detik hanya dalam satu detik. Pengguna juga bisa menciptakan suara khusus sesuai kebutuhan.

MAI-Image-2

Model generatif video yang awalnya tersedia di MAI Playground sejak 19 Maret 2026. Kini, model ini juga dapat diakses melalui Microsoft Foundry, bersama dengan MAI-Transcribe-1 dan MAI-Voice-1 yang tetap tersedia di Playground.

Tiga model dasar AI dari Microsoft AI

Ketiga model ini dikembangkan oleh tim MAI Superintelligence Microsoft, yang dipimpin oleh Suleyman. Tim ini dibentuk pada November 2025 untuk memperkuat riset AI tingkat lanjut, khususnya pada bidang AI multimodal dan superinteligensi.

2. Strategi harga dan aksesibilitas

ilustrasi logo Microsoft AI (microsoft.ai)

Selain mengandalkan inovasi teknologi, Microsoft juga menempatkan strategi harga sebagai kunci untuk memperluas adopsi. Di tengah persaingan pasar model bahasa besar (LLM) yang semakin ketat, perusahaan menawarkan tarif yang lebih kompetitif dibandingkan OpenAI dan Google. Pendekatan ini ditujukan untuk menjangkau lebih banyak pengguna, mulai dari pengembang independen hingga pelaku bisnis, agar dapat memanfaatkan teknologi AI generatif tanpa beban biaya tinggi.

MAI-Transcribe-1, layanan transkripsi suara ke teks, ditawarkan mulai 0,36 dollar AS per jam atau sekitar Rp6.090. Sementara itu, MAI-Voice-1, model pembuat audio, dibanderol mulai 22 dollar AS per 1 juta karakter atau sekitar Rp372.200. Adapun MAI-Image-2 dipasarkan mulai 5 dollar AS per 1 juta token input teks (sekitar Rp84.600) dan 33 dollar AS per 1 juta token output gambar (sekitar Rp558.300). Melalui skema harga tersebut, Microsoft menegaskan komitmennya untuk menghadirkan teknologi AI yang lebih praktis, cepat, dan inklusif, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak pengguna di berbagai sektor industri.

3. Komitmen Microsoft terhadap kemitraan dan investasi AI

kolaborasi Microsoft dan OpenAI di bidang kecerdasan buatan (microsoft.com)

Meskipun meluncurkan model AI sendiri, Suleyman menegaskan Microsoft tetap berkomitmen pada kemitraannya dengan OpenAI. Dalam wawancara dengan VentureBeat, ia menyatakan bahwa negosiasi ulang kemitraan baru-baru ini memungkinkan perusahaan mengejar riset superinteligensi secara lebih independen, sambil tetap memanfaatkan sinergi dengan OpenAI, menurut laporan The Verge.

Microsoft telah menginvestasikan lebih dari 13 miliar dolar AS dalam laboratorium riset AI dan menggunakan model-modelnya di berbagai produk melalui kemitraan multi-tahun. Strategi perusahaan menyerupai pendekatan produksi chip, mengembangkan sendiri sekaligus membeli dari pihak ketiga. Langkah ini memastikan Microsoft tetap kompetitif baik secara teknologi maupun bisnis.

Microsoft rilis 3 model AI baru secara sekaligus, menjadi bukti bahwa merek tersebut kian siap bersaing di tingkat global sekaligus menambah dinamika persaingan dengan OpenAI dan Google. Harga yang kompetitif, kemampuan AI yang menjanjikan, serta filosofi AI humanis menempatkan Microsoft sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi pemimpin di era kecerdasan buatan multimodal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team