Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tampilan web ChatGPT
tampilan web ChatGPT (unsplash.com/Emiliano Vittoriosi)

Intinya sih...

  • GPT-5.3 Codex dapat membangun dirinya sendiri selama proses pengembangan

  • Model ini melibas berbagai benchmark AI dengan skor uji kompetensi yang tinggi

  • Bisa membantu dalam tugas pekerjaan umum dan pembuatan game, serta memiliki akses dan harga langganan yang terjangkau

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Persaingan kecerdasan buatan (AI) kembali memanas pada awal tahun 2026 dengan rilisnya model terbaru dari OpenAI, yaitu GPT-5.3 Codex. OpenAI rilis GPT-5.3 Codex bersamaan dengan pesaing terberatnya, Claude Opus 4.6 dari Anthropic, yang membuat perang AI makin sengit. CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut model ini sebagai lompatan besar karena kemampuannya yang berevolusi dari sekadar penulis kode menjadi rekan kerja kolaboratif.

GPT-5.3 Codex membawa peningkatan kecepatan hingga 25 persen serta efisiensi token yang jauh lebih hemat dibanding pendahulunya. Menariknya, OpenAI mengklaim AI ini ikut membantu menciptakan dirinya sendiri selama proses pengembangan. Penasaran secerdas apa GPT-5.3 Codex dari OpenAI ini? Berikut penjelasannya!

1. GPT-5.3 Codex terlibat proses pengembangannya sendiri

tampilan GPT-5.3 Codex (openai.com)

GPT-5.3 Codex bukan sekadar chatbot tempat kamu bertanya, melainkan sebuah agen otonom yang bisa bekerja sendiri. Model ini diklaim berperan penting dalam menciptakan versi finalnya sendiri. Tim pengembang di OpenAI menggunakan versi awal Codex untuk melakukan debugging pada pelatihan hingga mengelola infrastruktur penyebarannya sendiri.

Fenomena self-improving atau memperbaiki diri sendiri ini menjadi pencapaian terbaru yang mempercepat riset internal perusahaan. Tim OpenAI mengaku terkejut melihat betapa efektifnya agen ini dalam mendiagnosis hasil evaluasi tesnya sendiri.

Di balik kecerdasannya, terdapat dukungan infrastruktur yang sangat bertenaga dan canggih. OpenAI merancang, melatih, dan menjalankan model ini di atas sistem superkomputer NVIDIA GB200 NVL72 terbaru. Berkat mesin ini, interaksi pengguna dengan Codex menjadi jauh lebih gesit.

GPT-5.3 Codex berevolusi menjadi rekan kerja interaktif yang bisa diajak ngobrol saat sedang bekerja. Kamu bisa memotong prosesnya di tengah jalan, menanyakan progres, atau memberikan koreksi langsung tanpa harus menunggu hasil akhirnya keluar.

2. GPT-5.3 Codex melibas berbagai benchmark AI

contoh landing page buatan GPT-5.3 Codex (openai.com)

Kualitas GPT-5.3 Codex terbukti di atas kertas lewat berbagai skor uji kompetensi (benchmark) dengan standar industri. Pada pengujian Terminal-Bench 2.0 yang mengukur keahlian menggunakan terminal komputer, model ini mencetak skor sebesar 77,3 persen. Angka tersebut melonjak drastis dari versi sebelumnya yang hanya 64 persen dan mengalahkan Claude Opus 4.6 milik Anthropic.

Performa model ini juga terbukti di SWE-Bench Pro, sebuah tes sulit untuk rekayasa perangkat lunak yang meniru masalah dunia nyata. GPT-5.3 Codex berhasil meraih skor 56,8 persen dalam tes yang melibatkan empat bahasa pemrograman berbeda sekaligus.

Selanjutnya, kemampuan visual GPT-5.3 Codex diuji menggunakan benchmark OSWorld. Tes ini menuntut AI untuk menavigasi antarmuka desktop visual layaknya manusia, dan Codex sukses mencetak skor 64,7 persen. Hasil ini hampir dua kali lipat lebih baik dari GPT-5.2 Codex yang sebelumnya hanya mampu menyentuh angka 38,2 persen saja.

Lonjakan skor pada OSWorld menandakan bahwa AI kini sudah semakin mahir melihat dan mengklik elemen di layar komputer. Kemampuan navigasi visual ini mendekati performa manusia rata-rata yang biasanya berada di kisaran skor 72 persen. OpenAI tampaknya sedang berusaha menciptakan agen digital yang benar-benar serbabisa.

3. Bisa bantu bikin game hingga slide presentasi

contoh game buatan GPT-5.3 Codex (openai.com)

GPT-5.3 Codex bukan hanya berguna untuk para programmer saja. Model ini juga andal dalam tugas pekerjaan umum (knowledge work) seperti membuat slide presentasi hingga analisis data di Excel. Dalam pengujian GDPval yang mencakup 44 jenis pekerjaan, performanya terbukti setara dengan tenaga profesional di berbagai bidang non-teknis.

Bagi kamu yang suka game, kemampuan agentic model ini sangat menarik karena bisa membuat permainan dari nol. OpenAI memamerkan demo di mana Codex berhasil membangun game balap mobil dan simulasi menyelam lengkap dengan grafisnya dalam hitungan hari. Pengguna cukup memberi perintah santai seperti "tambah fitur turbo" atau "perbaiki bug", dan AI akan mengeksekusinya secara otomatis.

Selain fungsional, GPT-5.3 Codex juga mengerti soal estetika atau keindahan desain antarmuka sebuah aplikasi. Jika diminta membuat landing page, AI otomatis akan menyertakan elemen visual menarik seperti diskon harga yang rapi atau kolom testimoni pelanggan. Hasil kerjanya kini terasa lebih siap pakai dan profesional, tidak lagi kaku seperti kode buatan pendahulunya.

Aspek personalitas juga mendapat sentuhan baru di mana pengguna bisa memilih gaya kepribadian AI, seperti pragmatis atau bersahabat. Fitur ini membuat interaksi terasa lebih luwes, terutama bagi pengguna yang butuh teman diskusi kreatif. Jadi, baik kamu seorang desainer grafis, akuntan, atau developer game, GPT-5.3 Codex bisa jadi pilihan menarik untuk meningkatkan produktivitasmu.

4. Cara akses dan harga langganan untuk GPT-5.3 Codex

Perlu dicatat, GPT-5.3 Codex bukanlah model percakapan biasa yang kamu temui di halaman chat standar. Model ini dirancang sebagai otak untuk Codex, sebuah lingkungan kerja agen (agentic environment) yang terpisah dari antarmuka ChatGPT biasa. Pengguna dapat mengakses kecanggihan model ini melalui aplikasi Codex di desktop, Command Line Interface (CLI), atau ekstensi IDE saat sedang menulis kode.

Meskipun antarmukanya berbeda, jalur aksesnya tetap terintegrasi dengan langganan ChatGPT yang sudah ada. Model ini tersedia bagi pelanggan ChatGPT Plus dengan biaya 20 dolar AS (sekitar Rp320 ribuan) per bulan. Bagi pengguna profesional yang butuh performa lebih, tersedia paket Pro seharga 200 dolar AS (sekitar Rp3,3 juta) untuk batas penggunaan yang jauh lebih tinggi dan durasi eksekusi agen yang lebih panjang.

Selain OpenAI rilis GPT-5.3 Codex, baru-baru ini mereka meluncurkan aplikasi desktop Codex di macOS. Lewat aplikasi ini, kamu bisa menyuruh beberapa agen GPT-5.3 Codex bekerja secara paralel mengerjakan tugas berbeda dalam satu waktu. Sayangnya, fitur canggih ini belum bisa dinikmati oleh pengguna gratis. Nah, apakah kamu tertarik menggunakan GPT-5.3 Codex?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team