logo Gmail (unsplash.com/Justin Morgan)
Cara menggunakan OpenClaw sebenarnya cukup sederhana karena ia bisa diakses lewat aplikasi pesan yang biasa kamu pakai sehari-hari. Kamu cukup membuka WhatsApp, Telegram, atau Signal, lalu mengirim pesan teks layaknya sedang mengobrol dengan teman atau rekan kerja. Pengguna bisa langsung mengetik perintah natural seperti "Tolong rangkum email masuk hari ini" atau "Ingatkan aku rapat jam 3 sore".
OpenClaw bisa membantu pengguna menangani kotak masuk email yang telah menggunung dan berantakan. AI ini mampu menyortir ribuan pesan, membuang spam, dan menandai mana email penting yang harus segera dibalas. Salah satu pengguna melaporkan bahwa OpenClaw berhasil membantunya membersihkan hampir 6 ribu pesan yang menumpuk hanya dalam satu hari penggunaan.
Melalui fitur Heartbeat, OpenClaw bisa berinisiatif menghubungi pengguna duluan. Bayangkan bangun tidur dan sudah menerima pesan WhatsApp berisi ringkasan berita penting, agenda hari ini, dan daftar tugas prioritas. Jadinya, pengguna seakan punya asisten manusia sungguhan yang proaktif.
Lebih jauh, OpenClaw bisa menghubungkan berbagai aplikasi produktivitas yang terpisah-pisah menjadi satu alur kerja. Contohnya, seorang pengguna mengatur OpenClaw di Mac Mini miliknya untuk menarik data dari kalender, aplikasi catatan Notion, dan Todoist. Hasilnya, ia mendapatkan laporan audio harian yang merangkum seluruh aktivitas dan tugasnya secara otomatis tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu.
Di ranah profesional, kemampuan asisten ini meluas hingga ke tugas-tugas teknis seperti menulis kode pemrograman atau mengelola media sosial. Ia bisa diperintah untuk melakukan riset pasar, membuat draf konten, hingga memperbaiki eror kecil pada sistem komputer secara mandiri.