Bukan rahasia umum apabila Google Chrome sering dikritik karena dianggap boros resource. Sebagian pengguna pasti sering mengalami masalah seperti berpindah tab tiba-tiba jadi berat atau ketika mengakses situs tertentu, Chrome tidak merespon atau nge-freeze. Chrome sendiri memang memakan banyak RAM ketika berjalan namun faktanya, sumber masalah dari lemotnya Chrome berasal dari Windows 11 yang “terlalu membantu” lewat sebuah pengaturan tertentu. Berikut pengaturan yang membuat Chrome lemot di Windows 11 dan cara mengatasinya.
Pengaturan yang Buat Chrome Lemot di Windows 11 dan Cara Mengatasinya

1. Efficiency Mode di Windows 11 merupakan sumber masalah utama
Di Windows 11 versi 22H2, Microsoft menambahkan fitur Efficiency Mode di Task Manager yang intinya mencoba menghemat daya dengan “menjinakkan” aplikasi yang rakus resource, terutama yang berjalan di latar belakang. Tujuannya agar baterai laptop jadi lebih awet dan komponen lainnya tidak gampang panas atau berisik karena fan bekerja keras.
Ketika Windows mendeteksi sebuah aplikasi menggunakan resource yang berlebihan, aplikasi tersebut akan ditaruh kedalam Efficiency Mode. Seperti halnya di jalan tol, Windows memindah Chrome dari jalur cepat ke jalur lambat sehingga aplikasi yang lebih penting bisa berjalan lebih lancar.
Masalahnya, untuk pengguna yang selalu menggunakan browser, Efficiency Mode justru tidak membantu sama sekali. Browser modern seperti Chrome memecah tab dan extension menjadi banyak proses terpisah, dan ketika proses-proses itu dibatasi dengan terlalu agresif, Chrome bisa langsung tersendat-sendat.
2. Bagaimana cara mengecek apabila Efficiency Mode adalah masalahnya
Sebelum buru-buru mematikan Efficiency Mode, pengguna perlu memastikan terlebih dahulu apakah fitur tersebut benar-benar sumber masalah utamanya, karena bisa saja lemot yang dirasakan datang dari hal lain.
Caranya, buka Google Chrome dan jalankan situs yang cukup berat (misalnya YouTube dan setel video beresolusi 4K). Jika sudah, buka Task Manager dengan menekan tombol Ctrl + Shift + Esc dan perluas proses-proses Chrome yang sedang berjalan lewat ikon panah >.
Jika di banyak proses Chrome muncul ikon daun hijau, itu tandanya Windows sedang menerapkan Efficiency Mode secara otomatis, yang bisa membuat Chrome jadi patah-patah karena bekerja dengan jatah resource yang lebih kecil.
3. Cara menonaktifkan Efficiency Mode secara permanen
Efficiency Mode memang bisa dimatikan via Task Manager namun sifatnya sementara alias jika pengguna menutup dan membuka browser lain, fitur tersebut akan langsung aktif kembali. Untuk solusi permanen, pengguna bisa menggunakan aplikasi bernama Process Lasso yang bisa diunduh secara gratis. Setelah instal dan buka Process Lasso, langsung saja pergi ke Options > CPU > Efficiency Mode. Isi kolom “Process Match” dengan chrome.exe, atur Efficiency Mode ke Off, klik Add Rule dan klik OK. Setelahnya, semua proses Chrome tidak akan lagi dipaksa masuk Efficiency Mode, ikon daun hijau di Task Manager hilang dan Chrome bisa berjalan lebih maksimal.
4. Tetap aktifkan fitur Memory Saver di Chrome
Selain Efficiency Mode sebagai fitur bawaan Windows 11, Chrome sendiri sebenarnya punya fitur hemat RAM bawaan bernama Memory Saver. Namun, fitur ini dampaknya lebih terasa sehingga ada baiknya untuk dibiarkan aktif. Jika ternyata nonaktif, pengguna bisa menyalakannya dengan membuka menu tiga titik di kanan atas Chrome, pergi ke Settings > Performance, lalu aktifkan Memory Saver. Pilih mode Balanced untuk performa yang lebih baik namun baterai juga lebih awet. Cara kerja fitur ini adalah dengan “menidurkan” tab yang sudah lama tidak digunakan untuk mengurangi penggunaan RAM, namun tab tersebut akan langsung aktif lagi begitu pengguna membukanya.
Demikian tadi ulasan mengenai pengaturan yang membuat Chrome lemot di Windows 11 dan cara mengatasinya. Semoga ulasan di atas bisa membantumu merasakan performa Chrome yang lebih maksimal dan bebas lag.