Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peran AI dalam Revolusi Penanganan Penyakit Langka
ilustrasi diagnosis penyakit (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • AI dan komputasi cloud mempercepat riset serta diagnosis penyakit langka melalui analisis genomik, menjawab keterbatasan metode konvensional yang sering membuat pasien sulit terdeteksi secara akurat.
  • Program 100,000 Genomes Project di Inggris berhasil mengintegrasikan whole genome sequencing ke layanan medis rutin, memungkinkan diagnosis lebih cepat dan presisi bagi pasien dengan dugaan penyakit langka.
  • Teknologi cloud mendukung pengembangan terapi gen berbasis RNA dan ASO dengan efisiensi tinggi, mempercepat riset global serta menekan biaya agar penanganan penyakit langka makin terjangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penyakit langka dianggap jarang terjadi, namun secara kolektif justru berdampak masif terhadap populasi global. Menurut World Health Organization, penyakit langka adalah kondisi yang dialami sekitar 1 dari 2.000 orang.

Sayangnya, besarnya dampak ini tidak sejalan dengan perhatian yang diberikan. Riset medis selama ini cenderung berfokus pada penyakit dengan jumlah pasien yang lebih besar, sehingga penderita penyakit langka sering tertinggal dalam hal diagnosis maupun pengobatan.

Di tengah tantangan tersebut, perkembangan teknologi bisa menjadi solusi yang menjanjikan. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi cloud kini berperan penting dalam mempercepat penelitian dan penanganan penyakit langka. AI bisa merevolusi bidang genomika dan pengurutan DNA.

1. Menelaah penyakit langka menggunakan genomika

Pendekatan genomika menjadi salah satu kunci utama dalam memahami dan mendiagnosis penyakit langka secara lebih akurat. Riset mendalam sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tes genetik, mengingat banyak penyakit langka memiliki akar pada kelainan genetik yang sulit dideteksi melalui metode konvensional.

Untuk menjawab tantangan ini, Genomics England bekerja sama dengan Amazon Web Services dan Illumina dalam mengintegrasikan analisis genomik ke dalam proses diagnostik, sehingga konfirmasi kasus penyakit langka dapat dilakukan dengan lebih cepat dan presisi.

Salah satu inisiatif penting dalam upaya ini adalah 100,000 Genomes Project yang menjadi fondasi penerapan whole genome sequencing (WGS) bagi pasien dengan dugaan penyakit langka. Program ini diimplementasikan melalui layanan NHS Genomic Medicine Service, yang didukung oleh Genomics England.

Hingga kini, lebih dari 100.000 genom telah berhasil diurutkan, menjadikan sistem kesehatan Inggris sebagai yang pertama di dunia yang menawarkan WGS sebagai bagian dari layanan medis rutin.

2. Dampak besar dari diagnosis tepat

ilustrasi diagnosis kepala(pexels.com/TimaMiroshnichenko)

Akses yang lebih mudah terhadap diagnosis berbasis genomika membawa perubahan nyata bagi pasien penyakit langka dan keluarganya. Dengan identifikasi yang lebih akurat, pasien tidak hanya mendapatkan kepastian medis, tetapi juga peluang untuk menemukan penanganan yang lebih tepat sasaran.

Hal ini terlihat dari pengalaman seorang ibu bernama Mel, yang terbantu oleh layanan NHS Genomic Medicine Service dalam mengungkap kondisi neurodegeneratif langka pada kedua anaknya, yang disebabkan oleh varian gen DHDDS. Ini merupakan kondisi yang hanya memiliki puluhan kasus terdokumentasi di dunia.

Sebelum diagnosis tersebut ditemukan, salah satu anaknya sempat didiagnosis dengan kondisi lain seperti autisme dan dispraxia. Namun, melalui analisis genomik, Mel bisa terhubung dengan para peneliti dan spesialis yang memahami kondisi tersebut, sehingga memperoleh rekomendasi penanganan yang lebih tepat, termasuk terapi vitamin untuk mengurangi gejala tremor.

Kisah ini menunjukkan bahwa diagnosis yang tepat bukan hanya memberikan kejelasan, tetapi juga membuka akses ke komunitas ilmiah dan peluang terapi yang sebelumnya tidak terjangkau.

3. Peran cloud dalam terapi gen

Perkembangan teknologi tidak hanya berhenti pada tahap diagnosis, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan terapi yang lebih akurat. Salah satunya melalui pendekatan terapi berbasis gen seperti Antisense Oligonucleotides (ASO) dan Ribonucleic Acid (RNA), yang bekerja dengan memodifikasi ekspresi gen penyebab penyakit. Metode ini memungkinkan penanganan yang lebih spesifik, terutama untuk penyakit langka yang sebelumnya sulit diobati dengan pendekatan konvensional.

Dalam proses pengembangannya, teknologi cloud memainkan peran penting dengan menyediakan akses luas terhadap daya komputasi, kemampuan AI generatif, serta dataset yang aman dan terfederasi. Hal ini mempercepat riset sekaligus membuka peluang penemuan terapi baru dalam waktu yang lebih singkat.

Selain itu, efisiensi yang dihasilkan juga berpotensi menekan biaya pengembangan, sehingga terapi untuk penyakit langka dapat menjadi lebih terjangkau, bahkan bagi populasi pasien yang sangat kecil.

Kolaborasi global turut memperkuat ekosistem ini. Amazon Web Services, misalnya, bekerja sama dengan National Center for Biotechnology Information di bawah National Library of Medicine untuk menghadirkan Sequence Read Archive (SRA), salah satu repositori data genom terbesar di dunia.

Pemanfaatan AI dan teknologi cloud membuka pintu yang menjanjikan untuk penanganan penyakit langka, mulai dari diagnosis yang lebih cepat hingga pengembangan terapi yang lebih akurat. Dengan kolaborasi global dan inovasi berkelanjutan, teknologi bisa meningkatkan kualitas hidup jutaan pasien.

Editorial Team