Face detection digunakan dalam berbagai aplikasi sehari-hari seperti pengelompokan foto otomatis di galeri, filter webcam, hingga analisis jumlah orang dalam kerumunan. Karena tidak mengaitkan data dengan identitas pribadi, teknologi ini relatif lebih ramah privasi.
Face recognition digunakan untuk kontrol akses, seperti membuka kunci smartphone, pemeriksaan identitas di perbatasan, identifikasi dalam penegakan hukum, hingga pemasaran berbasis personalisasi di sektor ritel. Namun, karena melibatkan penyimpanan data biometrik, teknologi ini sering menimbulkan kekhawatiran terkait privasi. Dalam sistem ujian online, face detection memastikan ada wajah di depan kamera selama ujian berlangsung, sedangkan face recognition dapat digunakan untuk memverifikasi identitas peserta.
Perbedaan face recognition dan face detection terletak pada fungsi dan kedalamannya. Face detection adalah langkah dasar yang menemukan dan menandai wajah. Face recognition adalah tahap lanjutan yang mengidentifikasi siapa pemilik wajah tersebut.
Detection menjadi fondasi bagi recognition. Tanpa mendeteksi lokasi wajah terlebih dahulu, proses identifikasi tidak dapat dilakukan. Keduanya terus berkembang seiring kemajuan AI, dengan face detection sebagai pintu masuk yang lebih sederhana, dan face recognition sebagai teknologi berisiko tinggi yang membutuhkan pengawasan serta perlindungan etis yang lebih ketat.