Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persiapan sebelum Layanan Atlas Dihentikan, User Wajib Tahu
ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • OpenAI akan menghentikan layanan browser Atlas pada 9 Agustus 2026, sehingga pengguna perlu menyiapkan migrasi data sebelum tanggal tersebut.
  • Pengguna disarankan mengekspor bookmark, menyimpan tab penting, dan berhati-hati saat menyalin cookies karena data tidak akan dipindahkan otomatis.
  • Riwayat ChatGPT tetap aman dan OpenAI mengarahkan pengguna beralih ke ChatGPT yang kini mengintegrasikan fitur-fitur utama dari Atlas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Atlas hanya tinggal menghitung hari sebelum resmi dihentikan oleh OpenAI. Mulai 9 Agustus 2026, browser berbasis AI tersebut tidak lagi dapat digunakan, sehingga pengguna perlu mempersiapkan proses perpindahan sejak sekarang. Pasalnya, sebagian besar data yang tersimpan di Atlas tidak akan dipindahkan secara otomatis ke layanan lain.

Kabar baiknya, OpenAI telah menyediakan panduan agar pengguna tidak kehilangan data penting selama masa transisi. Nah, buat kamu yang masih mengandalkan Atlas untuk menjelajahi web, ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum layanan tersebut benar-benar berakhir. Berikut ini beberapa persiapan sebelum layanan Atlas dihentikan.

1. Ekspor bookmark agar situs favorit tetap tersimpan

ilustrasi browser (pexels.com/Adam Sondel)

Bookmark menjadi data pertama yang wajib diamankan karena tidak akan dipindahkan secara otomatis setelah Atlas dihentikan. Jika selama ini kamu menyimpan banyak tautan untuk bekerja, belajar, atau kebutuhan sehari-hari, sebaiknya segera lakukan ekspor sebelum tenggat waktu berakhir. Hal ini agar daftar situs tersebut tetap bisa digunakan meski Atlas sudah tidak lagi tersedia.

OpenAI menyediakan fitur ekspor bookmark dalam format HTML sehingga proses pemindahan ke browser lain terbilang mudah. Usai itu, file tersebut dapat diimpor ke Google Chrome atau browser lain yang mendukung format serupa tanpa perlu menyimpan ulang setiap alamat situs secara manual.

2. Simpan tab penting dan halaman yang masih dibutuhkan

ilustrasi menggunakan laptop (unsplash.com/Swello)

Selain bookmark, tab yang masih terbuka juga tidak akan ikut dipindahkan ke platform baru. Karena itu, halaman yang masih dipakai untuk pekerjaan, riset, atau referensi sebaiknya segera disimpan sebagai bookmark atau setidaknya disalin alamat URL-nya ke tempat yang aman.

Riwayat penjelajahan atau browser history juga tidak akan tersedia setelah Atlas berhenti beroperasi. Jadi, pengguna perlu mengecek kembali apakah masih ada halaman penting yang ingin disimpan sebelum layanan resmi ditutup.

3. Berhati-hati jika ingin mengekspor cookies

ilustrasi menggunakan laptop (freepik.com/freepik)

Jika tersedia, Atlas memungkinkan pengguna mengekspor cookies yang tersimpan di browser. Kendati begitu, OpenAI mengingatkan bahwa cookies dan session file merupakan data sensitif karena dapat menyimpan informasi login ke berbagai akun.

File tersebut sebaiknya tidak dibagikan kepada orang lain demi menjaga keamanan akun. Di sisi lain, sebagian besar browser modern, termasuk Google Chrome, umumnya tidak mendukung impor cookies secara langsung, sehingga proses perpindahannya memang memiliki keterbatasan.

4. Riwayat ChatGPT tetap aman meski Atlas dihentikan

ilustrasi ChatGPT (pexels.com/Matheus Bertelli)

Salah satu hal yang mungkin membuat pengguna khawatir adalah nasib riwayat percakapan di ChatGPT. Nyatanya, OpenAI menjelaskan bahwa chat yang tersimpan di akun ChatGPT tidak termasuk bagian dari data Atlas sehingga tidak ikut terhapus saat browser tersebut dihentikan.

Riwayat percakapan tetap tersedia sesuai jenis akun, langganan, dan pengaturan workspace yang digunakan. Jadi, pengguna tidak perlu melakukan backup khusus untuk menyelamatkan chat yang sudah tersimpan di ChatGPT.

5. OpenAI mengarahkan pengguna untuk beralih ke ChatGPT

ilustrasi ChatGPT (pexels.com/Airam Dato-on)

Setelah Atlas dihentikan, OpenAI mengarahkan pengguna untuk menggunakan ChatGPT melalui aplikasi desktop maupun ekstensi Chrome. Perusahaan juga menyatakan bahwa berbagai kemampuan browser berbasis AI dari Atlas akan dipindahkan ke dalam ChatGPT.

Beberapa kemampuan yang akan tersedia meliputi dukungan banyak tab, navigasi yang lebih baik, fitur unduh file, serta kemampuan login ke berbagai situs web. Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI kini memusatkan pengalaman browser berbasis AI pada ChatGPT, bukan lagi melalui browser Atlas sebagai produk terpisah.

Atlas memang akan segera berakhir, tetapi pengguna masih memiliki waktu untuk mengamankan data penting yang tersimpan di dalamnya. Semakin cepat kamu melakukan persiapan sebelum layanan Atlas dihentikan, semakin kecil pula risiko kehilangan bookmark atau halaman yang masih dibutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article