Philippe menjelaskan keunggulan 5G mmWave adalah keandalannya mendukung 5G mid-band meski di area dengan populasi padat atau hot zone, dari stasiun kendaraan umum, pusat perbelanjaan, universitas, rumah sakit, hingga stadion. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa ini bisa diterapkan di berbagai kota besar Indonesia.
Ia mengatakan bahwa 5G mid-band sebenarnya memiliki throughput yang amat baik, hingga 300Mb/detik. Namun, saat dipasang di daerah hot zone, Philippe mengatakan bahwa throughput ini menurun.
Dengan penerapan di Danau Toba, throughput 5G mmWave mencapai 1GB/detik di jarak hampir 8km. Ini berarti jaringan andal yang mampu menjangkau rumah dan hotel di sekitar daerah Toba tanpa menanamkan fiber yang lebih banyak.
"Lebih hemat biaya untuk operator, sambil mempercepat laju di daerah terpencil yang butuh broadband dan penetrasinya di Indonesia," tambah Philippe.
ilustrasi stadion pertandingan sepak bola (unsplash.com/Mitch Rosen)
Philippe menjelaskan bahwa dengan HP saja, 5G mmWave bisa membantu menemukan rute, dan menonton pertandingan di stadion jadi salah satu area yang disasar 5G mmWave.
Sebagai contoh, Philippe menunjukkan penerapan 5G mmWave saat Piala Dunia 2022 di Qatar yang baru saja usai. Saat menonton, 5G mmWave membantu penonton untuk menyaksikan tayangan ulang dari berbagai sudut atau fokus ke pemain favorit.
"Kamera akan fokus dan mengikuti [pemain]. Dan, ini semua berbasis ponsel cerdas," kata Philippe.
5G mmWave bisa membantu mereka yang menyaksikan pertandingan di mana saja. Selain itu, koneksi uplink yang tinggi juga mempermudah analisis sebelum masuk ke stadion, tempat menukarkan tiket, hingga analisis keramaian untuk mencegah crowd crush.