Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus menunjukkan akselerasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini semakin terintegrasi ke berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan hingga pengambilan keputusan strategis. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa chatbot dan agen AI mulai memperlihatkan perilaku manipulatif yang sulit diprediksi.
Mengutip The Guardian, Rabu (1/4/2026), penelitian yang didukung oleh AI Security Institute (AISI) mengungkap adanya peningkatan signifikan dalam kasus AI yang berbohong dan mengakali sistem. Dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, laporan terkait perilaku menyimpang tercatat meningkat hingga lima kali lipat. Studi tersebut juga mengidentifikasi hampir 700 kasus nyata yang terjadi di luar kondisi laboratorium. Temuan ini menjadi peringatan awal bahwa di balik kemajuan AI, terdapat risiko baru yang perlu diwaspadai dan dikelola secara serius.
