Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan terhadap industri elektronik di Indonesia. Harga perangkat seperti HP dan laptop diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Pakar IT sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, mengatakan pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor perangkat elektronik. Pasalnya, sebagian besar komponen elektronik masih bergantung pada pasar global dan transaksi menggunakan dolar AS.
“Dampaknya memang tidak langsung terasa karena stok lama masih dijual dengan harga sebelumnya,” ujar Heru Sutadi, mengutip Bisnis Tekno, Sabtu (16/5/2026). Menurut Heru, kenaikan harga biasanya mulai terlihat saat vendor melakukan restock atau meluncurkan produk baru. Penyesuaian harga tersebut umumnya terjadi beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah nilai tukar rupiah melemah.
Berdasarkan data Bank Indonesia, Sabtu (16/5/2026), nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.602 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang menekan pasar keuangan, termasuk meningkatnya tensi geopolitik global. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran harga perangkat elektronik di Indonesia akan ikut terkerek naik.
