Performa PC yang gesit atau justru lemot bisa dilihat oleh jenis penyimpanan yang digunakan. Penyimpanan seperti SSD jelas lebih unggul karena akses datanya jauh lebih cepat dan kapasitas besar bisa dikemas dalam ukuran ringkas. Kendati demikian, HDD ternyata masih lebih aman dan masuk akal untuk digunakan di beberapa hal. Contohnya, SSD kurang ideal untuk menyimpan arsip jangka dan harganya masih tergolong tinggi. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.
SSD Memang Bagus, Tapi HDD Masih Unggul di Beberapa Bagian Ini

1. HDD bisa menyimpan data untuk jangka panjang
SSD menyimpan data dalam bentuk muatan listrik di NAND sehingga cepat karena tidak ada komponen yang bergerak. Namun, muatan tersebut bisa perlahan hilang jika SSD dibiarkan mati terlalu lama, terutama di suhu hangat dan umumnya hanya aman sekitar setahun tanpa daya. Sebaliknya, HDD menyimpan data secara magnetis di piringan berputar yang lebih tahan lama meski tidak digunakan, selama disimpan di tempat sejuk dan kering serta sesekali dihidupkan setiap 12-18 bulan. Untuk itu, HDD lebih cocok untuk menyimpan arsip jangka panjang seperti foto, video dan file backup sistem, sementara SSD lebih cocok untuk pemakaian aktif yang rutin digunakan agar datanya tetap terjaga.
2. Punya daya tahan tulis yang lebih baik
SSD memiliki umur pakai terbatas yang bergantung pada seberapa sering data ditulis ke dalamnya. Setiap kali data disimpan, NAND-nya akan melakukan proses tulis yang lama-lama akan membuat NAND aus. Produsen SSD biasanya mengukur ketahanan ini dengan istilah TBW (terabytes written) dan semakin sering melampaui batas yang telah ditetapkan, risiko kerusakan meningkat, apalagi pada SSD murah berbasis QLC NAND daya tahannya menurun lebih cepat. HDD di sisi lain, tidak memiliki batas tulis seperti SSD karena datanya disimpan secara magnetik di piringan sehingga proses tulis data berulang-ulang tidak akan merusak apapun. HDD biasanya rusak karena faktor mekanis seperti keausan motor atau kerusakan kepala baca/tulis, bukan karena sering menulis data.
3. Tawarkan kapasitas lebih besar untuk harga lebih terjangkau
Secara umum, SSD memang jauh lebih cepat, tapi juga jauh lebih mahal dengan harga per GB yang berada di kisaran empat kali lipat HDD. Misalnya, SSD 2TB bisa mencapai harga Rp7 juta, sementara HDD dengan kapasitas yang hanya sekitar Rp1,8 juta saja. Selain harga, kapasitas SSD untuk konsumen umum hanya mentok di 8TB, sementara HDD kini sudah mencapai 20TB untuk konsumen umum dan hingga 36TB untuk kelas enterprise. Bahkan, produsen seperti Seagate dan Western Digital sedang menuju kapasitas 50-100TB dengan teknologi baru. Maka dari itu, untuk menyimpan data besar seperti foto, video atau arsip dokumen yang jarang diakses, HDD tetap jadi pilihan paling efisien dan ekonomis.
4. Lebih mudah ketika ingin mengembalikan file yang terhapus
Perbedaan penting lain antara SSD dan HDD ada pada soal kemudahan dalam mengembalikan file yang terhapus. Pada HDD, file yang dihapus hanya hilang dari sistem, sementara datanya masih tertinggal di piringan sampai benar-benar tertimpa oleh file lain. Alhasil, file yang terhapus masih punya kesempatan besar untuk diselamatkan lewat aplikasi recovery. SSD justru kebalikannya di mana file yang dihapus benar-benar hilang karena fitur seperti TRIM dan garbage collection akan dengan cepat menghapus data-data yang ada di bagian dasar, sehingga proses menyelamatkan file yang terhapus jadi jauh lebih sulit.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa bagian di mana HDD lebih unggul jika dibandingkan SSD. Terlepas dari itu semua, SSD tetap harus dijadikan pilihan utama untuk PC modern, terutama untuk menyimpan sistem operasi agar proses booting jadi lebih cepat dan untuk menyimpan game-game terkini yang membutuhkan SSD agar bisa berjalan lebih optimal.