tampilan aplikasi TikTok (unsplash.com/Collabstr)
Saat ini, PineDrama baru tersedia secara terbatas di pasar Amerika Serikat (AS) dan Brasil sebagai tahap uji coba awal. Pengguna perangkat Android maupun iOS di kedua negara tersebut sudah bisa mengunduhnya secara langsung melalui toko aplikasi resmi. Belum ada informasi resmi kapan aplikasi ini akan tersedia secara global, termasuk di Indonesia.
Satu hal yang paling mencolok dari peluncuran ini adalah model bisnis yang diterapkan. PineDrama menawarkan seluruh kontennya secara gratis tanpa biaya langganan sepeser pun. Lebih menariknya lagi, pengguna bisa menikmati maraton drama tanpa gangguan iklan sama sekali.
Strategi ini sangat berbeda dibandingkan kompetitor utama di ranah micro-drama seperti ReelShort atau DramaBox. Aplikasi-aplikasi saingan tersebut biasanya hanya memberikan beberapa episode awal secara gratis, lalu mewajibkan pengguna membayar atau berlangganan untuk melanjutkan cerita. TikTok tampaknya rela "bakar uang" di awal demi membangun basis pengguna yang loyal.
Namun, status gratis ini kemungkinan besar tidak akan bertahan selamanya. Pengamat memprediksi bahwa monetisasi akan diterapkan di masa depan, baik melalui iklan maupun sistem berbayar, setelah ekosistemnya matang. Untuk saat ini, pengguna di wilayah tersedia bisa menikmati layanan gratis tersebut sepuasnya.