Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tampilan aplikasi PineDrama
tampilan aplikasi PineDrama (tiktok.com)

Intinya sih...

  • PineDrama adalah aplikasi khusus untuk menonton micro-drama dengan durasi 60-90 detik, menawarkan beragam genre dan tampilan familiar TikTok.

  • PineDrama gratis tanpa iklan, strategi yang berbeda dari kompetitor dan akan diterapkan monetisasi di masa depan.

  • Fenomena micro-drama global menjanjikan bisnis besar, dengan perkiraan pendapatan tahunan mencapai 26 miliar dolar AS pada 2030.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

TikTok kembali memperluas jangkauannya di dunia hiburan digital dengan meluncurkan aplikasi mandiri terbaru. Kali ini, raksasa media sosial tersebut menyasar penggemar tayangan serial lewat aplikasi bernama PineDrama. Peluncuran ini menandakan keseriusan ByteDance dalam menggarap pasar konten naratif yang makin populer.

Berbeda dengan aplikasi utamanya yang campur aduk, PineDrama didedikasikan khusus untuk konten berformat micro-drama. Aplikasi ini menawarkan pengalaman menonton serial pendek yang dirancang vertikal untuk pengguna ponsel. Kehadirannya tentu menarik perhatian mengingat tren drama pendek sedang naik daun di berbagai negara.

1. Mengenal PineDrama dan fitur unggulannya

aplikasi PineDrama di Google Play (tiktok.com)

Dilansir TechCrunch, PineDrama hadir sebagai aplikasi terpisah yang khusus menayangkan serial drama pendek dengan durasi sangat singkat. Setiap episode biasanya hanya berkisar antara 60 hingga 90 detik, sangat cocok untuk konsumsi cepat di sela-sela kesibukan. Format ini sering disebut sebagai micro-drama yang menawarkan alur cerita padat dan langsung pada inti konflik.

Genre yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari romansa, thriller, hingga drama keluarga yang penuh intrik. Beberapa judul populer yang sudah tersedia antara lain "Love at First Bite" dan "The Officer Fell for Me". Serial-serial ini biasanya memiliki akhiran yang menggantung atau cliffhanger di setiap episodenya untuk memancing rasa penasaran penonton.

Dari segi tampilan, antarmuka PineDrama akan terasa sangat familiar bagi pengguna setia TikTok. Aplikasi ini menggunakan navigasi feed vertikal dan sistem rekomendasi berbasis algoritma untuk menyajikan konten yang relevan. Terdapat juga tab Discover yang memudahkan pengguna mencari tayangan berdasarkan kategori All atau Trending.

PineDrama juga tergolong mudah untuk diakses. Pengguna bisa langsung masuk menggunakan akun TikTok yang sudah ada tanpa perlu repot mendaftar ulang. Tersedia pula fitur riwayat tontonan dan daftar favorit untuk menyimpan drama yang ingin ditonton nanti, serta kolom komentar untuk berinteraksi dengan penonton lain.

2. Strategi bakar uang lewat akses gratis

tampilan aplikasi TikTok (unsplash.com/Collabstr)

Saat ini, PineDrama baru tersedia secara terbatas di pasar Amerika Serikat (AS) dan Brasil sebagai tahap uji coba awal. Pengguna perangkat Android maupun iOS di kedua negara tersebut sudah bisa mengunduhnya secara langsung melalui toko aplikasi resmi. Belum ada informasi resmi kapan aplikasi ini akan tersedia secara global, termasuk di Indonesia.

Satu hal yang paling mencolok dari peluncuran ini adalah model bisnis yang diterapkan. PineDrama menawarkan seluruh kontennya secara gratis tanpa biaya langganan sepeser pun. Lebih menariknya lagi, pengguna bisa menikmati maraton drama tanpa gangguan iklan sama sekali.

Strategi ini sangat berbeda dibandingkan kompetitor utama di ranah micro-drama seperti ReelShort atau DramaBox. Aplikasi-aplikasi saingan tersebut biasanya hanya memberikan beberapa episode awal secara gratis, lalu mewajibkan pengguna membayar atau berlangganan untuk melanjutkan cerita. TikTok tampaknya rela "bakar uang" di awal demi membangun basis pengguna yang loyal.

Namun, status gratis ini kemungkinan besar tidak akan bertahan selamanya. Pengamat memprediksi bahwa monetisasi akan diterapkan di masa depan, baik melalui iklan maupun sistem berbayar, setelah ekosistemnya matang. Untuk saat ini, pengguna di wilayah tersedia bisa menikmati layanan gratis tersebut sepuasnya.

3. Melirik potensi pasar micro-drama global

logo TikTok (unsplash.com/Solen Feyissa)

Fenomena drama pendek vertikal ini awalnya meledak di China dan kini mulai diadopsi secara masif oleh pasar global. Perubahan pola konsumsi media membuat penonton makin menyukai cerita bersambung durasi singkat yang bisa dinikmati kapan saja. TikTok pun tidak ingin ketinggalan momentum untuk menguasai ceruk pasar yang sedang berkembang pesat ini.

Data pasar menunjukkan bahwa tren ini bukan sekadar hype sesaat, melainkan ladang bisnis yang menjanjikan. Menurut laporan Variety, industri micro-drama diperkirakan akan mencapai pendapatan tahunan sebesar 26 miliar dolar AS (sekitar Rp441 triliun) pada 2030. Angka pertumbuhan yang tinggi ini menjadi alasan kuat mengapa perusahaan teknologi besar berlomba-lomba masuk ke arena tersebut.

Meski platform serupa seperti Quibi pernah gagal total beberapa tahun lalu karena biaya produksi yang terlalu tinggi, pemain baru di sektor ini menggunakan pendekatan berbeda. PineDrama dan kompetitornya mengandalkan biaya produksi yang jauh lebih rendah dengan aktor non-serikat, tapi tetap mampu memikat jutaan penonton. Kuncinya terletak pada alur cerita yang adiktif dan kemudahan akses di ponsel.

Induk perusahaan TikTok, ByteDance, sebenarnya sudah sangat berpengalaman mengelola konten semacam ini lewat aplikasi Douyin di negara asalnya. Melalui PineDrama, TikTok tampaknya sedang berupaya untuk meniru kesuksesan tersebut di panggung internasional. Punya dukungan sumber daya dan algoritma canggih, mereka berpotensi besar menjadi pemimpin pasar baru di kategori hiburan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team