Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hal yang Bisa Merusak Suspensi Mobil Tanpa Disadari

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Amith Ramakrishna)
Intinya sih...
  • Terlalu sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi
  • Membawa beban berlebih secara terus menerus
  • Mengabaikan kondisi ban dan tekanan angin
  • Jarang melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Suspensi merupakan komponen penting pada mobil yang memiliki fungsi untuk memastikan kenyamanan dalam berkendara, sekaligus menjaga kestabilan mobil pada saat melaju di berbagai kondisi jalan. Kondisi suspensi yang baik tentu akan membuat mobil terasa lebih aman, mudah dikendalikan, hingga mampu meredam getaran dengan efektif.

Sayangnya ternyata banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari justru bisa mempercepat potensi kerusakan pada suspensi mobil. Simaklah beberapa hal berikut ini yang bisa merusak suspensi mobil tanpa disadari, sehingga perlu diperhatikan dengan seksama.

Referensi:

https://www.tiresplus.com/blog/maintenance/suspension-problem-causes/?srsltid=AfmBOorIQVo7WLlIUvJBiqiBmfd_DXLzvhx3Pz31H7Z_Ko6xNGoK3b8A

https://www.foxrunauto.com/blog/5-most-common-causes-of-suspension-damage

https://perthautomechanic.com.au/common-suspension-problems-their-solutions/

1. Terlalu sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi

ilustrasi mobil sedan (unsplash.com/Arvid Skywalker)
ilustrasi mobil sedan (unsplash.com/Arvid Skywalker)

Melaju kencang di jalan berlubang atau permukaan yang tidak rata ternyata bisa membuat kondisi suspensi menerima terlalu banyak hentakan besar secara berulang. Kondisi ini memang bisa menyebabkan peredam kejut jadi cepat melemah dan komponen penyangganya mengalami keausan dini.

Hentakan keras yang terus-menerus biasanya sangat berpotensi merusak bushing, ball joint, dan link stabilizer. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka suspensi mobil akan sangat rentan kehilangan kemampuan dalam menjaga kenyamanan dan juga kestabilan selama dikendarai.

2. Membawa beban berlebih secara terus menerus

ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/Erik Mclean)
ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Mengangkut muatan melebihi kapasitas kendaraan ternyata akan sangat rentan memberikan tekanan berlebih pada bagian sistem suspensi mobil. Pegas dan peredam kejut harus bekerja dengan ekstra keras untuk bisa menahan bobot yang mungkin tidak seimbang dengan spesifikasi kendaraan yang ada.

Dalam jangka panjang, beban berlebih justru bisa membuat pegas melorot dan peredam kejut pun jadi bocor. Akibatnya, suspensi menjadi lebih keras dan justru terlalu lembek, sehingga kenyamanan dan keamanan dalam berkendara pun akan mengalami penurunan secara signifikan.

3. Mengabaikan kondisi ban dan tekanan angin

ilustrasi velg ban (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi velg ban (pexels.com/Mike Bird)

Ban dengan tekanan angin yang tidak sesuai dengan spesifikasi ternyata akan memengaruhi kinerja suspensi secara langsung. Tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi ternyata akan membuat suspensi jadi harus bekerja secara optimal dalam meredam getaran yang ada.

Kondisi ban yang tidak seimbang akan turut meningkatkan beban pada komponen suspensi tertentu, sehingga tidak boleh diabaikan. Jika terus dibiarkan dalam waktu lama, hal ini hanya akan mempercepat potensi keausan dan menyebabkan suspensi jadi harus bekerja secara tidak merata.

4. Jarang melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Suspensi memerlukan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa setiap komponennya masih berfungsi dengan baik. Kebocoran pada peredam kejut atau keausan karet suspensi kerap kali tidak disadari oleh pemiliknya apabila tidak diperiksa secara berkala, sehingga bisa menimbulkan masalah serius.

Tanpa perawatan yang tepat, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar di kemudian hari. Pemeriksaan rutin dapat membantu untuk mendeteksi gejala awal kerusakan, sehingga suspensi bisa diperbaiki sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.

Kerusakan suspensi sering kali terjadi akibat kebiasaan berkendara yang dianggap sepele oleh penggunanya. Dengan mengemudi secara lebih bijak dan melakukan perawatan rutin, maka suspensi kendaraan pun akan tetap bertahan lebih lama dan memberikan kenyamanan optimal pada saat digunakan. Sebaiknya harus ekstra cermat dalam berkendara agar suspensi mobil tidak mengalami kerusakan serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Ciri Mobil Bekas Pernah Mengalami Overheat, Jangan Dianggap Sepele

16 Jan 2026, 07:10 WIBAutomotive