Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Menggunakan Dongkrak Mobil
ilustrasi dongkrak mobil (pexels.com/Alejandro Franco)
  • Artikel menyoroti pentingnya memahami cara penggunaan dongkrak mobil yang benar untuk mencegah risiko tergelincir, kerusakan kendaraan, hingga cedera pengguna.
  • Dijelaskan lima kesalahan umum seperti mendongkrak di permukaan tidak rata, salah titik tumpu, tidak mengganjal roda, masuk ke bawah mobil tanpa penyangga, dan mengangkat terlalu tinggi.
  • Penulis menekankan bahwa mengikuti prosedur keselamatan dan panduan pabrikan dapat menjaga stabilitas kendaraan serta melindungi keselamatan pengguna selama proses perbaikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang yang punya mobil kadang salah pakai alat buat angkat mobil namanya dongkrak. Kalau salah, mobil bisa jatuh dan bikin bahaya. Dongkrak harus dipakai di tanah yang rata dan kuat. Titik angkatnya juga harus benar. Jangan masuk ke bawah mobil kalau cuma ditahan dongkrak. Sekarang orang diingatkan supaya lebih hati-hati biar aman waktu ganti ban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik mobil menganggap penggunaan dongkrak sebagai pekerjaan yang sederhana. Padahal, kesalahan kecil saat mendongkrak mobil dapat meningkatkan risiko kendaraan tergelincir hingga menyebabkan kerusakan atau cedera. Karena itu, memahami cara penggunaan dongkrak yang benar menjadi hal yang penting.

Selain memastikan dongkrak dalam kondisi baik, pengguna juga perlu memperhatikan posisi kendaraan dan titik tumpu yang digunakan. Dengan menghindari beberapa kesalahan umum, proses mengganti ban atau melakukan pemeriksaan ringan dapat berlangsung lebih aman. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.

1. Mendongkrak di permukaan yang tidak rata

ilustrasi dongkrak mobil (pexels.com/Andrey Popov)

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan dongkrak di permukaan yang miring, lunak, atau tidak stabil. Kondisi seperti ini dapat membuat dongkrak bergeser sehingga mobil berisiko jatuh saat sedang diangkat. Akibatnya, keselamatan pengguna maupun kondisi kendaraan bisa terancam.

Sebaiknya gunakan dongkrak di permukaan yang datar dan kokoh. Jika memungkinkan, aktifkan rem parkir dan pastikan mobil tidak mudah bergerak. Langkah sederhana ini membantu meningkatkan stabilitas selama proses berlangsung.

2. Salah menempatkan titik dongkrak

ilustrasi dongkrak mobil (pexels.com/piyaphum)

Setiap mobil memiliki titik dongkrak yang telah ditentukan oleh pabrikan. Jika dongkrak dipasang pada bagian yang tidak semestinya, bodi atau komponen bawah mobil dapat mengalami kerusakan. Selain itu, kendaraan juga menjadi kurang stabil saat diangkat.

Sebelum menggunakan dongkrak, periksa buku manual kendaraan untuk mengetahui lokasi titik tumpu yang benar. Mengikuti panduan tersebut membantu mengurangi risiko kerusakan pada sasis maupun komponen lainnya. Hal ini penting terutama bagi mobil modern dengan desain rangka tertentu.

3. Masuk ke bawah mobil yang hanya ditopang dongkrak

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Malte Luk)

Dongkrak dirancang untuk mengangkat kendaraan, bukan menopangnya dalam waktu lama. Karena itu, sangat berbahaya jika seseorang masuk ke bawah mobil yang hanya ditahan oleh dongkrak. Jika dongkrak bergeser atau kehilangan tekanan, mobil dapat turun secara tiba-tiba.

Apabila pekerjaan mengharuskan berada di bawah kendaraan, gunakan penyangga khusus seperti jack stand sesuai kapasitasnya. Peralatan tersebut memberikan penopang tambahan yang jauh lebih aman. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

4. Tidak mengganjal roda yang masih menyentuh tanah

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mobil masih berpotensi bergerak meski sudah didongkrak, terutama jika berada di permukaan yang sedikit miring. Kesalahan ini sering terjadi karena pengguna hanya mengandalkan rem parkir. Padahal, dalam kondisi tertentu roda masih dapat bergeser.

Menggunakan ganjal roda pada ban yang tetap menyentuh tanah membantu mencegah kendaraan bergerak. Langkah ini memberikan tingkat keamanan tambahan selama proses penggantian ban atau pemeriksaan kendaraan. Meski sederhana, manfaatnya sangat besar.

5. Mengangkat mobil lebih tinggi dari yang diperlukan

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/cottonbro studio)

Sebagian orang mengangkat mobil terlalu tinggi meski hanya ingin mengganti ban. Semakin tinggi kendaraan diangkat, semakin besar pula risiko ketidakstabilan apabila posisi dongkrak berubah. Karena itu, mobil sebaiknya hanya diangkat setinggi yang benar-benar diperlukan.

Dengan menjaga ketinggian tetap secukupnya, proses pekerjaan menjadi lebih aman dan mudah dilakukan. Setelah selesai, turunkan mobil secara perlahan sesuai petunjuk penggunaan dongkrak. Cara ini membantu menjaga stabilitas kendaraan hingga kembali menyentuh permukaan jalan.

Menggunakan dongkrak mobil memang terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan perhatian terhadap prosedur keselamatan. Menghindari kesalahan seperti memilih permukaan yang tidak rata, salah menempatkan titik dongkrak, atau masuk ke bawah mobil tanpa penyangga dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Pada akhirnya, penggunaan dongkrak yang benar bukan hanya melindungi kendaraan, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna. Meluangkan waktu untuk memastikan setiap langkah dilakukan dengan tepat jauh lebih baik daripada terburu-buru dan mengabaikan faktor keamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article