Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Muncul Suara Tek-Tek-Tek setelah Mesin Motor Dimatikan, Apakah Normal?

Muncul Suara Tek-Tek-Tek setelah Mesin Motor Dimatikan, Apakah Normal?
ilustrasi sepeda motor mogok (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Suara tek-tek setelah mesin motor dimatikan muncul akibat proses pendinginan dan penyusutan material logam pada mesin serta knalpot setelah mengalami panas tinggi saat berkendara.
  • Perbedaan laju pelepasan panas antara pipa knalpot dan pelindung logamnya menimbulkan ketegangan mekanis yang menghasilkan bunyi ketukan ringan tanpa indikasi kerusakan komponen.
  • Fenomena suara tersebut tergolong normal, menjadi tanda pembuangan panas berjalan baik, dan tidak perlu dikhawatirkan selama tidak terdengar saat mesin masih menyala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagi pemilik sepeda motor, mendengar suara asing dari kendaraan kesayangan sering kali memicu rasa cemas. Salah satu fenomena yang cukup sering dijumpai adalah munculnya bunyi ketukan ringan seperti tektok atau trek-trek beberapa saat setelah kunci kontak diputar ke posisi mati. Suara ini biasanya terdengar cukup jelas dari arah area mesin atau knalpot saat kondisi sekitar sedang hening.

Banyak orang langsung berasumsi bahwa ada komponen mekanis di dalam mesin yang mengalami kerusakan atau patah. Kekhawatiran ini sebenarnya sangat wajar karena mesin merupakan jantung utama dari kendaraan. Namun, sebelum terburu-buru membawa kendaraan ke bengkel, mari pahami penyebab di balik munculnya suara tersebut melalui penjelasan berikut.

1. Proses pemuaian dan penyusutan material logam

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Ketika sepeda motor digunakan untuk berkendara, ruang bakar dan komponen di sekitarnya akan menghasilkan suhu panas yang sangat tinggi. Panas yang ekstrem ini secara alami menyebabkan material logam pada mesin dan pipa knalpot mengalami pemuaian atau pemekaran volume. Proses perubahan fisik ini terjadi secara perlahan tanpa disadari sepanjang perjalanan.

Begitu mesin dimatikan, aliran oli dan proses pembakaran akan berhenti sehingga suhu komponen logam tersebut mulai menurun secara drastis. Selama proses pendinginan ini, material logam akan menyusut kembali ke ukuran semula secara bertahap. Gesekan antarbagian logam yang sedang menyusut inilah yang menciptakan bunyi ketukan trek-trek yang sering terdengar.

2. Pelepasan panas pada pelindung knalpot

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Komponen knalpot merupakan area yang paling cepat menangkap dan membuang panas sisa pembakaran mesin. Pada bagian luar knalpot, biasanya terdapat plat pelindung panas yang terbuat dari bahan logam tipis atau besi batangan. Karena ketebalan dan jenis material antara pipa knalpot dan plat pelindung berbeda, laju penurunan suhu keduanya pun tidak akan sama.

Perbedaan kecepatan dalam melepaskan panas ini menyebabkan terjadinya ketegangan mekanis di antara titik sambungan atau baut pengikat kedua komponen tersebut. Ketika ketegangan tersebut terlepas secara perlahan seiring menurunnya suhu, getaran kecil yang dihasilkan akan memicu bunyi ketukan berantai. Fenomena ini sepenuhnya bersifat fisika murni dan bukan disebabkan oleh adanya kerusakan mekanis.

3. Normal dan tidak perlu dikhawatirkan

Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)
Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Berdasarkan penjelasan ilmiah mengenai perubahan suhu material, dapat disimpulkan bahwa suara trek-trek setelah mesin mati adalah hal yang sangat normal. Hampir semua jenis sepeda motor, baik tipe matik, bebek, maupun motor sport pasti akan mengeluarkan bunyi ini setelah menempuh perjalanan jauh. Suara tersebut justru menjadi tanda bahwa material logam pada kendaraan sedang bekerja membuang panas dengan baik.

Pemilik kendaraan tidak perlu panik selama suara tersebut hanya muncul saat mesin sudah dalam kondisi mati dan suhunya mulai mendingin. Bunyi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit setelah suhu mesin kembali ke kondisi normal. Kondisi yang justru perlu diwaspadai adalah jika suara ketukan kasar atau berisik muncul ketika mesin sedang hidup atau digunakan berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More