Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Membeli kendaraan
ilustrasi membeli kendaraan (freepik.com/prostooleh)

Intinya sih...

  • Dana darurat harus terkumpul sebelum membeli kendaraan

  • Cicilan kendaraan tidak boleh mengganggu kebutuhan pokok

  • Persiapkan biaya operasional dan perawatan kendaraan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya kendaraan sendiri, entah itu motor atau mobil, memang impian banyak orang karena bikin mobilitas jadi lebih fleksibel. Tapi, membeli kendaraan bukan cuma soal mampu bayar uang mukanya saja, melainkan soal tanggung jawab jangka panjang yang bakal muncul setelahnya. Jangan sampai keinginan punya kendaraan malah jadi beban yang bikin keuanganmu berantakan.

Ada beberapa tanda yang bisa kamu jadikan acuan sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan. Kuncinya adalah memastikan bahwa pembelian ini gak mengorbankan stabilitas keuanganmu di masa depan. Yuk, simak lima tanda kalau kamu memang sudah benar-benar siap secara finansial berikut ini.

1. Dana daruratmu sudah terkumpul dengan aman

ilustrasi merencanakan keuangan (pexels.com/Vanessa Garcia)

Sebelum mencicil kendaraan, pastikan kamu sudah memiliki simpanan dana darurat yang cukup. Dana ini sangat penting untuk melindungi kamu dari situasi gak terduga seperti masalah kesehatan atau pekerjaan. Jangan sampai uang untuk cadangan hidup malah habis seluruhnya hanya untuk membayar DP kendaraan.

Dana darurat ini harus dipisahkan dari tabungan beli kendaraan agar kondisi keuanganmu tetap stabil. Simpanan yang aman akan membuat kamu lebih tenang saat mulai membayar cicilan setiap bulan. Hal ini juga mencegah risiko gagal bayar jika tiba-tiba ada pengeluaran mendadak yang harus diprioritaskan.

2. Cicilannya gak mengganggu kebutuhan pokok

ilustrasi menghitung pengeluaran (pexels.com/Mikhail Nilov)

Membeli kendaraan jangan sampai memotong anggaran kebutuhan utama atau bikin tagihan rutin lainnya terbengkalai. Idealnya, cicilan kendaraan gak boleh lebih dari 20% sampai 30% dari penghasilan bulananmu. Kalau hitungannya terasa berat, lebih baik tunda dulu atau cari opsi kendaraan yang lebih terjangkau.

Ingat, nilai kendaraan akan turun seiring waktu, jadi jangan sampai kamu mengorbankan kualitas hidup hanya demi gaya. Pastikan arus kas bulananmu tetap aman supaya kamu bisa tetap hidup layak dan tenang sampai tanggal tua tanpa harus merasa sesak secara finansial.

3. Kamu sudah siap dengan biaya operasional dan perawatan

ilustrasi servis kendaraan (pexels.com/Jae P)

Membeli kendaraan hanyalah langkah awal, karena tantangan sebenarnya ada pada biaya pemeliharaan. Kamu harus memastikan pendapatan bulananmu cukup untuk menutup pengeluaran rutin seperti bensin, ganti oli, servis berkala, hingga pajak tahunan. Belum lagi risiko biaya gak terduga jika ada komponen yang rusak tiba-tiba.

Jika penghasilanmu sudah mampu meng-cover semua kebutuhan ini tanpa mengganggu pengeluaran lainnya, berarti kamu memang sudah siap. Memiliki kesiapan dana servis bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga menjaga agar kendaraan tetap awet dan nilai jualnya gak anjlok di kemudian hari.

4. Uang DP bukan hasil pinjam dari orang lain

ilustrasi membeli kendaraan (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Kamu bisa dibilang siap kalau uang muka atau down payment (DP) sudah tersedia dari hasil tabunganmu sendiri. Jangan sampai kamu malah pinjam ke teman atau pakai pinjol cuma buat nutupin kekurangan DP. Memulai utang baru untuk menutupi utang lainnya bisa menjadi penyebab utama kondisi keuanganmu jadi gak sehat.

Kalau kamu bisa bayar DP pakai uang sendiri, itu bukti manajemen keuanganmu sudah bagus. Kamu jadi gak perlu khawatir saldo tabungan habis total setelah bayar DP, karena masih ada sisa dana untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

5. Kamu siap menanggung biaya proteksi atau asuransi

ilustrasi asuransi kendaraan (freepik.com/jcomp)

Risiko di jalan sangat tinggi, mulai dari kecelakaan hingga kehilangan kendaraan. Meski biaya asuransi biasanya sudah masuk dalam kontrak pembiayaan, kamu harus siap memperpanjang proteksi tersebut secara mandiri saat masa kredit selesai. Tanpa asuransi, satu kejadian buruk bisa langsung menghabiskan tabunganmu hanya untuk biaya perbaikan.

Memprioritaskan asuransi adalah bukti bahwa kamu sudah mampu mengelola aset dengan benar. Lebih baik membayar premi secara rutin daripada harus menanggung kerugian besar jika terjadi hal yang gak diinginkan. Adanya asuransi membuatmu bisa berkendara lebih tenang karena risiko finansial sudah terjamin.

Membeli kendaraan sendiri memang langkah besar, tapi juga tanda kamu makin siap menghadapi tanggung jawab finansial. Jangan cuma mikirin serunya punya kendaraan, pastikan biaya dan kebutuhan sehari-hari sudah diperhitungkan dengan matang. Dengan persiapan yang tepat, kendaraan baru bakal jadi alat bantu yang nyaman tanpa bikin keuanganmu kacau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team