Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aki Baru Cepat Tekor, Komponen Apa yang Perlu Dicurigai?
ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Павел Хлыстунов)

Mengganti aki baru seharusnya membuat sistem kelistrikan mobil kembali bekerja dengan normal. Mesin lebih mudah distarter, lampu menjadi terang, dan berbagai komponen elektronik dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, ada kalanya aki yang baru dipasang justru cepat tekor dalam waktu singkat.

Jika hal tersebut terjadi, penyebabnya belum tentu berasal dari kualitas aki. Bisa jadi terdapat komponen lain pada sistem kelistrikan mobil yang mengalami gangguan sehingga aki terus kehilangan daya. Berikut beberapa komponen yang patut dicurigai jika aki baru cepat tekor.

1. Alternator tidak mengisi aki dengan baik

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Daniel @ bestjumpstarterreview.com)

Alternator memiliki tugas mengisi ulang daya aki saat mesin menyala. Jika komponen ini mengalami kerusakan atau pengisian tidak optimal, aki tidak akan mendapatkan suplai listrik yang cukup. Akibatnya, daya aki terus berkurang meski mobil sering digunakan.

Gejala lain yang biasanya muncul adalah lampu indikator aki menyala di panel instrumen atau lampu mobil terlihat lebih redup saat malam hari. Pemeriksaan tegangan pengisian menggunakan alat khusus dapat memastikan apakah alternator masih bekerja dengan normal. Jika ditemukan masalah, alternator perlu segera diperbaiki atau diganti.

2. Ada kebocoran arus listrik

ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Jace Miller)

Kebocoran arus atau parasitic drain terjadi ketika ada komponen yang tetap mengambil listrik dari aki meski mobil sudah dimatikan. Kondisi ini dapat membuat aki kehilangan daya secara perlahan, terutama jika kendaraan tidak digunakan selama beberapa hari. Akibatnya, aki baru pun bisa cepat tekor.

Penyebabnya bisa berasal dari aksesori tambahan, modul elektronik, atau kabel yang mengalami gangguan. Pemeriksaan arus bocor biasanya dilakukan menggunakan multitester oleh teknisi. Langkah ini membantu menemukan sumber konsumsi listrik yang tidak normal.

3. Dinamo starter mulai bermasalah

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Dinamo starter yang sudah aus dapat membutuhkan arus listrik lebih besar saat menyalakan mesin. Akibatnya, aki bekerja lebih berat setiap kali mobil distarter. Jika kondisi ini terus terjadi, usia pakai aki dapat menjadi lebih pendek.

Biasanya gejalanya ditandai dengan suara starter yang berat atau mesin sulit hidup meski aki masih baru. Pemeriksaan dinamo starter penting dilakukan jika masalah ini muncul berulang kali. Dengan begitu, akar penyebabnya dapat segera diatasi.

4. Terminal aki atau kabel kelistrikan kurang baik

ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Mahmoud Yahyoui)

Terminal aki yang kotor, berkarat, atau longgar dapat menghambat aliran listrik. Akibatnya, proses pengisian maupun penyaluran daya menjadi kurang optimal. Dalam beberapa kasus, kondisi ini membuat aki terlihat seperti cepat habis padahal sumber masalahnya berada pada sambungan kelistrikan.

Selain terminal, kabel massa dan kabel positif juga perlu diperiksa kondisinya. Sambungan yang longgar dapat menyebabkan hambatan listrik dan mengurangi performa sistem kelistrikan. Membersihkan terminal secara berkala dapat membantu menjaga aliran listrik tetap lancar.

5. Penggunaan aksesori listrik berlebihan

ilustrasi charger hp di mobil (pexels.com/Pixabay)

Penambahan aksesori seperti audio berdaya besar, lampu tambahan, kamera, atau perangkat elektronik lainnya dapat meningkatkan beban pada sistem kelistrikan mobil. Jika kapasitas sistem pengisian tidak mampu mengimbanginya, aki akan bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat aki lebih cepat kehilangan daya.

Sebelum menambah aksesori, pastikan kapasitas aki dan alternator masih mampu mendukung kebutuhan listrik kendaraan. Pemasangan aksesori juga sebaiknya dilakukan dengan instalasi yang benar agar tidak memicu kebocoran arus. Dengan begitu, umur aki dapat tetap terjaga.

Aki baru yang cepat tekor tidak selalu berarti kualitas akinya buruk. Alternator yang bermasalah, kebocoran arus, dinamo starter yang mulai aus, terminal aki yang kurang baik, hingga penggunaan aksesori berlebihan merupakan beberapa penyebab yang paling sering ditemukan. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada aki.

Apabila aki kembali tekor dalam waktu singkat setelah diganti, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk dilakukan pemeriksaan sistem kelistrikan. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan pada komponen lain sekaligus menghindari biaya perbaikan yang lebih besar. Dengan sistem pengisian yang bekerja optimal, aki baru pun dapat bertahan sesuai usia pakainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article