Apa Itu Idling Stop System, Benarkah Bisa Ngirit BBM Mobil?

- Cara kerja Idling Stop System
- Manfaat bagi efisiensi BBM di perkotaan
- Kekurangan dan tantangan dalam penggunaan
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi otomotif terus berkembang dengan cepat. Salah satu fitur yang mulai sering dijumpai di mobil-mobil modern adalah Idling Stop System atau sistem auto start-stop. Banyak yang menganggap fitur ini sekadar pemanis atau gimmick pabrikan, padahal sebenarnya punya fungsi penting dalam efisiensi bahan bakar. Teknologi ini bahkan disebut-sebut mampu membantu menekan konsumsi bensin secara signifikan, terutama bagi pengguna mobil di perkotaan dengan lalu lintas padat.
Namun, di sisi lain, sebagian pengemudi masih merasa ragu terhadap manfaatnya. Ada yang menilai fitur ini justru mengganggu kenyamanan berkendara, terutama ketika mesin mobil harus sering mati dan hidup berulang kali. Pertanyaannya, apakah benar Idling Stop System bisa membuat mobil lebih irit bahan bakar, atau justru sebaliknya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Cara kerja idling stop system

Secara sederhana, Idling Stop System bekerja dengan mematikan mesin secara otomatis ketika mobil berhenti, misalnya saat menunggu lampu merah atau macet panjang. Begitu pedal rem dilepas atau pedal gas ditekan, mesin akan menyala kembali secara instan. Mekanisme ini memungkinkan mobil untuk tidak membuang bahan bakar sia-sia ketika mesin menyala tanpa ada pergerakan. Sistem ini biasanya terintegrasi dengan sensor yang membaca kondisi kendaraan dan pengemudi agar transisi antara mati dan nyala tetap halus.
Teknologi ini pertama kali populer di mobil-mobil Eropa, kemudian diadopsi oleh banyak pabrikan Asia. Beberapa model bahkan menggabungkannya dengan smart alternator atau battery management system agar aki tidak cepat tekor. Intinya, sistem ini didesain untuk bekerja efisien tanpa mengorbankan performa atau kenyamanan. Jadi, walau mesin sempat berhenti, prosesnya tetap terasa mulus tanpa jeda berarti.
2. Manfaat idling stop system bagi efisiensi BBM

Fitur ini sangat terasa manfaatnya ketika digunakan di lalu lintas perkotaan yang padat. Saat mobil berhenti lama, mesin biasanya tetap menyala dan mengonsumsi bahan bakar tanpa menghasilkan tenaga apa pun. Dengan Idling Stop System, konsumsi tersebut bisa ditekan karena mesin otomatis berhenti bekerja. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menghemat cukup banyak bahan bakar, terutama bagi pengguna yang sering menghadapi kemacetan harian.
Selain hemat bahan bakar, efek positif lain dari fitur ini adalah berkurangnya emisi gas buang. Ketika mesin tak menyala secara terus-menerus, emisi karbon yang dikeluarkan juga berkurang. Artinya, sistem ini bukan hanya bermanfaat bagi dompet, tapi juga bagi lingkungan. Mobil dengan fitur Idling Stop umumnya memiliki tingkat efisiensi energi yang lebih baik dibanding mobil konvensional tanpa teknologi tersebut.
3. Kekurangan dan tantangan dalam penggunaan

Meski terdengar ideal, Idling Stop System tetap punya beberapa kelemahan. Salah satunya adalah beban tambahan pada aki dan starter mobil. Karena mesin sering dimatikan dan dinyalakan kembali, komponen listrik bekerja lebih keras dibanding mobil biasa. Jika aki tidak dalam kondisi prima, sistem ini bisa gagal berfungsi atau malah membuat aki cepat lemah.
Selain itu, ada sebagian pengemudi yang merasa terganggu dengan sensasi mesin mati hidup berulang kali. Walaupun pabrikan sudah mengatur agar transisi terasa halus, beberapa orang tetap merasa kurang nyaman. Bahkan, dalam situasi tertentu seperti di tanjakan atau parkir sempit, fitur ini justru bisa membuat pengemudi lebih waspada karena perlu menyesuaikan waktu respon mesin. Maka, penting untuk memahami kapan fitur ini sebaiknya aktif dan kapan perlu dimatikan.
4. Apakah benar bisa menghemat BBM secara nyata?

Secara teori, Idling Stop System memang bisa menekan konsumsi bahan bakar hingga 5–10 persen, tergantung pada kondisi jalan dan cara berkendara. Namun, dalam praktiknya, hasil bisa bervariasi. Jika mobil sering digunakan di jalur macet atau berhenti cukup lama, penghematan bahan bakar akan lebih terasa. Sebaliknya, pada perjalanan jarak jauh yang jarang berhenti, fitur ini mungkin tak memberikan efek besar.
Selain itu, efisiensi sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi mesin, suhu lingkungan, dan kualitas bahan bakar. Beberapa pengemudi melaporkan adanya peningkatan efisiensi setelah rutin menggunakan fitur ini, tapi ada juga yang merasa perbedaannya tipis. Jadi, walaupun tak selalu dramatis, sistem ini tetap membantu menciptakan kebiasaan berkendara yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Pada akhirnya, Idling Stop System bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari evolusi teknologi otomotif yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan. Fitur ini membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, menekan emisi karbon, dan membuat mobil lebih ramah lingkungan. Meski ada beberapa kekurangan, manfaatnya tetap terasa bagi pengguna yang sering berkendara di jalan padat. Jadi, fitur ini bisa dianggap sebagai langkah kecil menuju kebiasaan berkendara yang lebih cerdas dan hemat energi.







![[QUIZ] Coba Tebak Siluet Motor Ini, Anak Motor Wajib Bisa!](https://image.idntimes.com/post/20240127/screen-shot-2024-01-28-at-002612-f0e87a201b6fec0d62165d04fe69bd98.png)


![[QUIZ] Coba Tebak Singkatan Brand Mobil, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-audrius-strikaitis-31613974-10903098-52056f9d5b0fec1132eedf78acc9f8c7.jpg)


![[QUIZ] Coba Tebak Merek Motor Berdasarkan Modelnya, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240616/screen-shot-2024-06-16-at-104638-am-3fea2eccda0a52fbdcebcf198f3d9c70.png)




