Seperti komponen lain, intercooler juga harus dijaga dan dirawat. Jika dibiarkan dan tak diperhatikan, intercooler bisa rusak sehingga mengganggu kinerja mesin. Nah, berikut cara merawat intercooler yang mesti rutin kamu lakukan:
Intercooler merupakan komponen yang rawan kotor karena terkena debu, air, pasir, atau lumpur. Karena itu intercooler harus dibersihkan secara rutin dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke kisi-kisi atau dibersihkan dengan angin.
Letak intercooler ada di bagian bawah mobil. Oleh sebab itu, intercooler rawan terkena berbagai kotoran dan material seperti kayu, kerikil, hingga batu. Untuk ittu, kamu harus lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara. Jika melewati jalan rusak atau bergelombang, selalu pacu mobil pada kecepatan rendah.
Intercooler tersambung ke mesin turbo lewat selang. Nah, selang-selang tersebut harus dicek secara rutin. Jadi, pastikan selang tidak retak, kotor, bocor, dan getas. Jika ada kerusakan atau masalah pada selang, segera bawa mobil ke bengkel untuk diservis.
Tak hanya berpengaruh ke mesin dan tenaga mobil, penggunaan oli dan bahan bakar berkualitas rendah bisa memengaruhi kinerja intercooler. Pasalnya, oli dan bahan bakar berkualitas rendah bisa menghasilkan endapan dan karbon berlebih. Jadi, pastikan kamu menggunakan oli dan bahan bakar berkualitas tinggi atau sesuai rekomendasi, ya.
Sekarang kamu sudah tahu apa itu intercooler hingga perawatannya. Semoga ulasan ini bisa memberimu gambaran, ya.
Apa itu intercooler? | Intercooler adalah komponen pendingin udara pada mesin turbo atau supercharger. Fungsinya menurunkan suhu udara sebelum masuk ke ruang bakar. |
Kenapa intercooler penting di mesin turbo? | Udara panas lebih sedikit kandungan oksigennya. Intercooler bikin udara lebih padat sehingga pembakaran lebih optimal. |
Apa efek intercooler ke performa mesin? | Mesin jadi lebih bertenaga dan responsif. Risiko knocking juga bisa berkurang karena suhu udara lebih rendah. |