Transisi teknologi otomotif dari sistem mekanis ke sistem elektronik sering kali memicu kekhawatiran mengenai aspek keamanan, terutama terkait potensi kesalahan manusia. Banyak pengemudi membayangkan skenario buruk di mana jari secara tidak sengaja menekan tombol Start/Stop Engine atau menarik tuas rem tangan elektrik saat mobil sedang dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
Pabrikan otomotif sebenarnya telah mengantisipasi kecerobohan tersebut melalui sistem perangkat lunak yang berlapis guna mencegah kerusakan fatal maupun kecelakaan. Teknologi "smart logic" yang tertanam pada unit kontrol kendaraan memastikan bahwa setiap perintah yang dianggap membahayakan nyawa pengemudi akan diabaikan atau diproses dengan prosedur darurat yang aman.
