Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Harus Dilakukan setelah Mobil Menghantam Lubang?
ilustrasi mobil menghantam lubang (pexels.com/Ahmad Syahrir)
  • Setelah mobil menghantam lubang, pengemudi disarankan memeriksa kondisi ban untuk memastikan tidak ada sobekan, benjolan, atau tekanan angin yang berkurang demi menjaga keselamatan berkendara.
  • Benturan keras dapat merusak pelek dan sistem kemudi; perhatikan tanda seperti setir menarik ke satu sisi atau bunyi aneh yang bisa menandakan gangguan pada kaki-kaki kendaraan.
  • Jika benturan terasa sangat keras, lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel agar teknisi dapat memastikan kondisi ban, pelek, suspensi, dan spooring tetap aman sebelum digunakan kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Mobil bisa kena lubang di jalan, apalagi kalau hujan atau malam. Kalau mobil kena lubang keras, ban dan pelek bisa rusak. Supir harus lihat apakah ban sobek atau pelek penyok. Kalau setir jadi aneh atau ada bunyi aneh, mobil harus dicek ke bengkel. Sekarang orang disuruh hati-hati biar mobil tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil yang menghantam lubang di jalan sering kali sulit dihindari, terutama saat hujan atau ketika berkendara pada malam hari. Meski terlihat sepele, benturan yang cukup keras dapat memengaruhi kondisi ban, pelek, hingga sistem kaki-kaki kendaraan. Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak langsung mengabaikannya.

Tidak semua benturan akan menyebabkan kerusakan serius, tetapi melakukan pemeriksaan sederhana setelah kejadian dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal. Langkah ini juga dapat mencegah kerusakan yang lebih besar jika memang ada komponen yang terdampak. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan.

1. Periksa kondisi ban

ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Panuwat Dangsungonen)

Setelah melewati lubang dengan benturan yang cukup keras, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi ban. Perhatikan apakah terdapat sobekan, benjolan pada dinding ban, atau tekanan angin yang tampak berkurang. Kerusakan seperti ini dapat memengaruhi keselamatan jika mobil terus digunakan.

Meski tidak terlihat rusak dari luar, ban tetap perlu diawasi selama perjalanan berikutnya. Jika muncul getaran yang tidak biasa atau tekanan angin terus berkurang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini membantu mencegah risiko yang lebih besar.

2. Cek pelek dari kemungkinan kerusakan

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Benturan keras juga dapat memengaruhi kondisi pelek, terutama jika mobil menggunakan pelek berbahan alloy. Periksa apakah ada bagian yang penyok, retak, atau berubah bentuk setelah menghantam lubang. Kerusakan pada pelek dapat memengaruhi keseimbangan roda.

Jika menemukan tanda-tanda kerusakan, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan di bengkel. Pelek yang bermasalah dapat menyebabkan ban tidak menempel dengan sempurna atau memengaruhi kenyamanan berkendara. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan lanjutan.

3. Perhatikan gejala pada sistem kemudi

ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)

Setelah benturan, rasakan apakah setir masih terasa normal saat mobil dikendarai. Jika setir cenderung menarik ke satu sisi atau posisi setir berubah meski mobil melaju lurus, kemungkinan terdapat gangguan pada spooring atau komponen kaki-kaki. Gejala ini tidak sebaiknya diabaikan.

Selain itu, dengarkan apakah muncul bunyi yang tidak biasa ketika melewati jalan bergelombang. Suara seperti ketukan atau bunyi logam dapat menjadi tanda adanya komponen yang perlu diperiksa. Pemeriksaan lebih lanjut akan membantu mengetahui penyebabnya.

4. Dengarkan suara yang tidak biasa

ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)

Benturan keras terkadang menimbulkan perubahan suara saat mobil berjalan. Misalnya, terdengar bunyi dengung, gesekan, atau ketukan yang sebelumnya tidak ada. Perubahan seperti ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada komponen yang mengalami gangguan.

Meski penyebabnya belum tentu serius, suara yang muncul terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin kecil kemungkinan kerusakan berkembang menjadi lebih besar. Pemeriksaan di bengkel dapat membantu memastikan kondisinya.

5. Lakukan pemeriksaan jika benturan terasa sangat keras

ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika mobil menghantam lubang dengan kecepatan cukup tinggi atau benturannya terasa sangat keras, pemeriksaan menyeluruh di bengkel menjadi langkah yang bijak. Teknisi dapat memeriksa kondisi ban, pelek, suspensi, sistem kemudi, hingga melakukan spooring apabila diperlukan. Langkah ini membantu memastikan tidak ada kerusakan yang tersembunyi.

Pemeriksaan seperti ini juga memberikan ketenangan bagi pengemudi sebelum kembali menggunakan mobil untuk perjalanan jauh. Mendeteksi masalah lebih awal sering kali lebih mudah dan lebih hemat dibanding memperbaiki kerusakan yang sudah berkembang. Karena itu, jangan ragu memeriksakan kendaraan jika merasa ada perubahan setelah benturan.

Menghantam lubang di jalan memang tidak selalu menyebabkan kerusakan serius, tetapi tetap perlu direspons dengan pemeriksaan yang tepat. Memeriksa ban, pelek, sistem kemudi, serta memperhatikan perubahan suara dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Pada akhirnya, tindakan sederhana setelah mobil menghantam lubang dapat membantu menjaga keselamatan sekaligus mencegah biaya perbaikan yang lebih besar. Jika muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar kendaraan tetap dalam kondisi prima.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article