Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Baterai Padat Pure Lithium Tetap Menyala Meski Dipotong Dua
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
  • Pure Lithium New Energy memamerkan baterai all-solid-state yang tetap berfungsi meski dipotong ekstrem, berkat elektrolit komposit organik-anorganik dan proses pelapisan superkritis yang membuatnya tahan korsleting.
  • Perusahaan asal Beijing ini telah mengoperasikan lini produksi 500 MWh di Henan dan menargetkan pembangunan pabrik berskala Giga pada akhir 2026 untuk memperluas kapasitas produksi globalnya.
  • Pure Lithium memfokuskan komersialisasi awal pada sektor penyimpanan energi dan kendaraan roda dua, dengan proyek battery swap di Beijing yang meningkatkan jarak tempuh hingga 100 kilometer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebuah terobosan besar di dunia teknologi penyimpanan energi baru saja dicapai oleh perusahaan rintisan asal Tiongkok, Pure Lithium New Energy. Perusahaan ini berhasil membuktikan keunggulan ekstrem dari baterai jenis all-solid-state besutan mereka melalui serangkaian uji coba ketahanan fisik yang sangat ekstrem.

Inovasi ini digadang-gadang akan menjadi masa depan industri baterai karena menawarkan tingkat keamanan yang jauh melampaui baterai litium-ion cair konvensional. Tidak hanya unggul dalam hal keselamatan, perusahaan ini juga membuktikan kesiapannya dalam hal komersialisasi massal di pasar global.

1. Pembuktian uji potong ekstrem tanpa mematikan daya

interior BYD Sealion 7 (byd.com)

Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, Pure Lithium memamerkan uji coba pemotongan baterai yang sangat memukau pada ajang CIBF 2026 di Shenzhen. Dalam demonstrasi tersebut, sel baterai all-solid-state milik mereka tetap mampu mengalirkan daya listrik ke perangkat eksternal dengan normal meskipun fisiknya telah dipotong secara ekstrem menggunakan alat pemotong.

Ketahanan luar biasa ini bisa dicapai berkat penggunaan elektrolit komposit organik-anorganik hasil pengembangan mandiri serta proses pelapisan superkritis. Berbeda dengan baterai biasa yang akan langsung mengalami korsleting, meledak, atau terbakar saat dindingnya bocor, teknologi baterai padat ini mengeliminasi cairan yang mudah terbakar, sehingga strukturnya tetap stabil meski mengalami kerusakan fisik yang parah.

2. Pencapaian kapasitas penuh dan target pabrik skala giga

ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)

Perusahaan rintisan yang berbasis di Beijing ini mengumumkan bahwa lini produksi baterai all-solid-state berkapasitas 500 MWh di Lankao, Provinsi Henan, kini telah beroperasi dalam kapasitas penuh. Keberhasilan ini dicapai setelah mereka merampungkan putaran pendanaan Pre-A+ senilai puluhan juta yuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Untuk mendukung ekspansi yang lebih masif, pihak manajemen tengah bersiap membangun fasilitas pabrik baru berskala Giga (GWh) yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Mengenai inovasi material yang mereka gunakan, Pendiri Pure Lithium, Yang Fan, menjelaskan, "Kami mengembangkan material kopolimer terner dan material oksida baru untuk meningkatkan konduktivitas serta stabilitas antarmuka antara elektrolit padat dan elektroda."

3. Fokus komersialisasi pada sektor penyimpanan energi dan motor listrik

ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/philippe weickmann)

Sebelum merambah pasar mobil listrik penumpang, Pure Lithium memilih untuk memprioritaskan komersialisasi teknologi ini pada sektor penyimpanan energi (energy storage) dan mobilitas kecepatan rendah. Mereka telah menjalankan proyek demonstrasi penukaran baterai (battery swap) untuk kendaraan roda dua di wilayah Beijing Yizhuang yang melibatkan 1.500 baterai padat dan 100 kabinet pintar.

Proyek percontohan ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi pengguna kendaraan roda dua di wilayah tersebut. Yang Fan mengungkapkan bahwa beberapa kendaraan dalam proyek uji coba tersebut berhasil mencapai jarak tempuh hingga 100 kilometer, jauh meningkat dibandingkan dengan jarak tempuh sebelumnya yang hanya berkisar antara 30 hingga 50 kilometer saat masih menggunakan paket baterai elektrolit cair standar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team