Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Permintaan EV Fast Charging Meningkat, Picu Krisis Baterai BYD

Permintaan EV Fast Charging Meningkat, Picu Krisis Baterai BYD
Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
Intinya Sih
  • BYD menghadapi krisis pasokan baterai akibat lonjakan permintaan kendaraan listrik berteknologi flash-charge, dengan pesanan tertunda mencapai lebih dari 140.000 unit di pasar domestik.
  • Perusahaan tetap memperluas jaringan pengisian cepat melalui program 'Flash Charging China', mengoperasikan hampir 6.000 stasiun di 312 kota dan menargetkan 20.000 stasiun pada akhir 2026.
  • Meskipun ada tekanan produksi, BYD masih memimpin pasar domestik dengan pangsa 16,83% dan menjajaki kerja sama pabrikan Eropa untuk mempercepat lokalisasi produksi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, secara terbuka mengakui adanya kendala besar dalam rantai pasok komponen utamanya. Lonjakan permintaan konsumen terhadap model-model kendaraan listrik terbaru yang dilengkapi teknologi pengisian daya super cepat (flash-charge) telah melampaui kapasitas produksi baterai perusahaan saat ini.

Situasi ini menjadi tantangan serius di tengah ambisi besar BYD untuk terus mendominasi pasar global. Meskipun demikian, peningkatan volume penjualan bulanan diproyeksikan akan tetap tumbuh seiring dengan upaya keras perusahaan dalam menggenjot output dari fasilitas pabrik baterai mereka.


1. Tekanan hebat pada produksi baterai generasi terbaru

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)

Masalah keterbatasan pasokan ini dikonfirmasi langsung oleh Chairman dan Presiden BYD, Wang Chuanfu. Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, Wang Chuanfu menyatakan, "Kapasitas produksi baterai BYD saat ini tetap ketat karena beberapa model baru sedang memasuki fase peningkatan produksi massal." Kondisi ini terjadi secara merata di seluruh lini merek mereka, mulai dari seri Dynasty, Ocean, Denza, hingga Yangwang.

Tekanan pasokan ini berkaitan erat dengan keputusan BYD yang secara agresif meluncurkan kendaraan listrik berkemampuan flash-charge yang menggunakan teknologi Blade Battery generasi kedua. Beberapa model baru seperti Denza B5 dan B8, serta Crossover Atto 3 (Yuan Plus) terbaru yang ditenagai motor belakang 240 kW, langsung diserbu konsumen. Akibatnya, estimasi pesanan yang belum terpenuhi untuk model-model canggih ini dilaporkan telah melampaui angka 140.000 unit di pasar domestik.

2. Kontroversi manajemen termal di tengah ekspansi infrastruktur

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

Di tengah perjuangan memenuhi kuota baterai, BYD juga menghadapi tantangan teknis terkait manajemen suhu. Belum lama ini, sempat muncul perdebatan daring di Tiongkok setelah sebuah uji coba siaran langsung memperlihatkan suhu permukaan baterai BYD menembus angka 76°C selama proses pengisian daya dengan kecepatan sangat tinggi. Kendati demikian, BYD tetap konsisten memperluas jaringan pengisian daya mereka lewat inisiatif "Flash Charging China".

Hingga pertengahan Mei 2026, BYD telah mengoperasikan total 5.979 stasiun pengisian daya cepat di 312 kota di Tiongkok dengan jumlah pengguna aplikasi yang menembus satu juta orang. Teknologi Blade Battery generasi kedua milik BYD ini memang sangat memikat konsumen karena diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu lima menit. Target ambisius pun dicanangkan untuk mengerahkan hingga 20.000 stasiun pengisian daya cepat pada akhir tahun 2026.

3. Dominasi pasar domestik dan strategi pemanfaatan pabrik eropa

BYD Sealion 7 (byd.com)
BYD Sealion 7 (byd.com)

Meskipun dilanda krisis pasokan, data dari China EV DataTracker menunjukkan bahwa posisi BYD di pasar domestik masih sangat kuat. Sepanjang bulan April 2026 saja, BYD berhasil memasang 10,49 GWh baterai pada kendaraan listrik di Tiongkok, yang merepresentasikan 16,83% pangsa pasar domestik. Secara akumulatif, total pengiriman baterai global BYD sepanjang tahun ini telah mencapai angka 81,2 GWh.

Di sisi lain, ekspansi internasional juga terus berjalan melalui dialog strategis yang dipimpin oleh salah satu eksekutifnya, Stella Li. BYD dilaporkan tengah berdiskusi dengan beberapa pabrikan otomotif Eropa untuk memanfaatkan kapasitas pabrik yang kurang terpakai di Benua Biru tersebut. Langkah ini diambil demi mempercepat lokalisasi produksi di luar negeri sekaligus mengamankan posisi merek Tiongkok di panggung global yang saat ini dinilai Wang Chuanfu sebagai periode historis terbaik untuk membangun merek global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More