Bagi sebagian orang, jalan raya di malam hari bukan sekadar jalur transportasi, melainkan sebuah ruang pelarian dari kebisingan dunia. Saat hiruk pikuk kota mulai mereda dan lampu-lampu jalan mulai berpijar, ada ketenangan aneh yang menyelimuti kabin kendaraan, menciptakan suasana yang jauh berbeda dibandingkan kemacetan di siang hari.
Fenomena berkendara tanpa tujuan atau night drive kini semakin populer di kalangan anak muda sebagai salah satu metode untuk melepas penat. Namun, muncul pertanyaan menarik dari sisi psikologis: apakah aktivitas membelah kesunyian malam ini benar-benar efektif untuk menurunkan tingkat stres atau justru hanya sekadar pengalihan sesaat?
