Apa yang Harus Dilakukan Saat Melihat Kecelakaan di Jalan Tol?

- Memastikan keamanan diri dan menandai lokasi kejadianPrioritas utama saat melihat kecelakaan adalah tidak menjadi korban berikutnya. Jangan berhenti secara mendadak di tengah lajur. Jika ingin membantu, tepikan kendaraan di bahu jalan pada jarak yang aman.
- Menghubungi layanan darurat dan petugas jalan tolSegera hubungi nomor darurat atau call center pengelola jalan tol setempat. Berikan informasi yang jelas dan ringkas mengenai lokasi kejadian, termasuk nomor kilometer (KM) yang tertera di median jalan atau bahu jalan.
- Memberikan pertolongan pertama tanpa gegabahSaat mendekati korban, hal terpenting adalah melakukan penilaian situasi tanpa
Menjadi saksi mata dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di jalan tol sering kali memicu kepanikan dan kebingungan. Kecepatan kendaraan yang tinggi serta arus lalu lintas yang padat membuat situasi di jalan bebas hambatan jauh lebih berisiko dibandingkan jalan raya biasa.
Ketepatan dalam mengambil tindakan dalam beberapa menit pertama sangat menentukan keselamatan korban maupun pengguna jalan lainnya. Diperlukan ketenangan pikiran dan pemahaman mengenai prosedur darurat agar niat baik untuk menolong tidak justru membahayakan diri sendiri atau menyebabkan kecelakaan beruntun.
1. Memastikan keamanan diri dan menandai lokasi kejadian

Prioritas utama saat melihat kecelakaan adalah tidak menjadi korban berikutnya. Jangan berhenti secara mendadak di tengah lajur. Jika ingin membantu, tepikan kendaraan di bahu jalan pada jarak yang aman, setidaknya 20 hingga 50 meter di depan lokasi kecelakaan. Nyalakan lampu hazard segera untuk memberi sinyal waspada kepada pengemudi di belakang.
Setelah kendaraan terhenti dengan aman, pasang segitiga pengaman di belakang lokasi kejadian. Di jalan tol, segitiga pengaman sebaiknya diletakkan dengan jarak minimal 100 meter dari titik kecelakaan untuk memberikan ruang antisipasi bagi kendaraan lain yang melaju kencang. Jika ada penumpang lain, mintalah mereka keluar dari mobil dan berdiri di balik pagar pengaman (guardrail) demi keamanan ekstra.
2. Menghubungi layanan darurat dan petugas jalan tol

Jangan berasumsi bahwa orang lain sudah menelepon bantuan. Segera hubungi nomor darurat atau call center pengelola jalan tol setempat. Berikan informasi yang jelas dan ringkas mengenai lokasi kejadian, termasuk nomor kilometer (KM) yang tertera di median jalan atau bahu jalan, serta arah jalur (misalnya: Jakarta menuju Cikampek).
Sebutkan pula perkiraan jumlah kendaraan yang terlibat dan kondisi korban jika memungkinkan. Informasi mengenai adanya kebocoran bahan bakar atau api juga sangat krusial agar petugas dapat mengirimkan bantuan pemadam kebakaran atau unit evakuasi yang sesuai. Tetaplah terhubung dengan operator hingga mereka mendapatkan semua data yang diperlukan untuk memandu tim medis ke lokasi.
3. Memberikan pertolongan pertama tanpa gegabah

Saat mendekati korban, hal terpenting adalah melakukan penilaian situasi tanpa memindahkan posisi korban secara sembarangan, kecuali jika ada ancaman ledakan atau kebakaran. Cedera leher dan tulang belakang sering terjadi pada kecelakaan tol; memindahkan korban tanpa peralatan medis yang memadai berisiko menyebabkan kelumpuhan permanen atau kematian.
Bicaralah kepada korban untuk memastikan kesadaran mereka dan berikan ketenangan emosional hingga bantuan medis tiba. Jika melihat pendarahan hebat, gunakan kain bersih untuk menekan luka guna menghentikan aliran darah. Hindari memberikan minuman atau makanan kepada korban yang tidak sadar karena dapat menyumbat saluran pernapasan. Fokus utama adalah menjaga jalan napas tetap terbuka dan memastikan lingkungan sekitar korban tetap aman dari risiko lalu lintas.

![[QUIZ] Seberapa Paham Kamu dengan Arti Lampu Indikator di Mobil?](https://image.idntimes.com/post/20250909/pexels-introspectivedsgn-4732671_773a8019-05cd-45cb-b480-4f6d626baa1e.jpg)

















