Peta persaingan otomotif nasional sepanjang kuartal pertama tahun 2026 menghadirkan realitas yang kontras bagi produsen asal Benua Biru. Di tengah pertumbuhan pasar yang mencapai total 211.905 unit, merek-merek legendaris Eropa justru semakin kesulitan mempertahankan eksistensinya dan terlempar dari jajaran elit penguasa pasar.
Kesenjangan volume penjualan antara merek Eropa dengan pabrikan Asia kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Pergeseran loyalitas konsumen ke arah kendaraan yang lebih efisien dan modern secara teknologi telah menciptakan hambatan besar bagi merek premium yang selama ini mengandalkan eksklusivitas tanpa perubahan strategi harga yang radikal.
