Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BYD Incar Pasar Kanada, Bakal Akuisisi Merek Lama?
ilustrasi BYD M6 (byd.com)
  • BYD berencana membangun pabrik di Kanada untuk memperkuat posisi di Amerika Utara, memanfaatkan kebijakan tarif baru sambil mempertahankan kendali penuh atas produksi dan kualitas.
  • Perusahaan membuka peluang akuisisi produsen otomotif lama guna memperluas rantai pasokan vertikal dan memperkuat dominasi di pasar kendaraan listrik global.
  • BYD meniru strategi investasi Brasil dengan membangun ekosistem pengisian daya di Kanada serta menjajaki peluang masuk ke ajang Formula 1 demi meningkatkan citra teknologi tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, tengah mengkaji langkah berani untuk memperkuat cengkeramannya di pasar Amerika Utara. Perusahaan ini sedang mempertimbangkan pembangunan pabrik manufaktur di Kanada guna menghindari hambatan perdagangan yang semakin ketat.

Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus BYD dalam menghadapi dinamika pasar global yang penuh tantangan. Dengan mengombinasikan investasi infrastruktur dan penguasaan teknologi mandiri, BYD berambisi mempercepat adopsi kendaraan energi baru (NEV) di luar pasar domestik mereka.

1. Independensi produksi di tengah kebijakan tarif Kanada

ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, seperti dikutip dari carnewschina.com:menyatakan bahwa perusahaan lebih memilih membangun fasilitas milik sendiri secara utuh ketimbang melalui skema usaha patungan (joint venture). Alasan utamanya adalah efisiensi operasional dan kontrol penuh terhadap kualitas produksi. Keputusan ini muncul setelah pemerintah Kanada mengubah kebijakannya dengan memberikan pengecualian tarif 100% untuk kuota hingga 49.000 unit kendaraan listrik asal Tiongkok per tahun.

Meskipun pemerintah Kanada mendorong adanya kemitraan lokal, BYD tetap pada pendiriannya untuk beroperasi secara independen. "BYD akan mengevaluasi aset-aset yang dapat memperkuat daya saing global kami," tegas Li Ke saat membahas arah investasi perusahaan. Strategi ini merupakan bagian dari upaya mencapai target penjualan luar negeri sebesar 1,3 juta unit pada tahun 2026, yang juga akan didukung oleh kapasitas produksi baru di Hungaria dan rencana ekspansi di Turki.

2. Peluang akuisisi produsen otomotif konvensional

BYD Sealion 7 (byd.com)

Salah satu poin paling menarik dalam rencana BYD adalah keterbukaan mereka untuk mengakuisisi produsen otomotif lama (legacy automaker). Walaupun saat ini belum ada negosiasi yang sedang berlangsung, Li Ke menunjukkan bahwa BYD sedang memantau kondisi para pesaing di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang yang tengah berjuang menghadapi tantangan struktural. Para produsen lama tersebut sering kali kesulitan karena harus mempertahankan portofolio mesin pembakaran internal (BBM) dan listrik secara bersamaan.

Posisi BYD yang fokus sepenuhnya pada kendaraan listrik murni dan hibrida memberikan keunggulan kompetitif tersendiri. Jika akuisisi ini benar-benar terjadi, BYD akan mengikuti jejak Geely yang sukses mengambil alih Volvo lebih dari satu dekade lalu. Fokus utama BYD adalah menguasai rantai pasokan secara vertikal, mulai dari produksi baterai Blade secara mandiri hingga pengembangan arsitektur pengisian daya cepat (flash-charging) terbaru guna mengatasi penurunan penjualan global yang sempat terjadi di awal tahun 2026.

3. Replikasi model Brasil dan riset di ajang Formula 1

BYD Seal (byd.com)

Karena pasar Amerika Serikat masih dianggap terlalu "kompleks" akibat tingginya tarif dan batasan teknologi, BYD memilih untuk mereplikasi "Model Brasil" di Kanada. Di Brasil, BYD menanamkan investasi besar untuk membangun infrastruktur pendukung, termasuk rencana memasang 1.000 stasiun pengisian daya ultra-cepat hingga tahun 2027. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun loyalitas pelanggan melalui penyediaan ekosistem yang lengkap.

Di sisi lain, untuk mengangkat citra merek sebagai pemimpin teknologi, BYD juga sedang mempelajari kemungkinan untuk masuk ke ajang balap paling bergengsi, Formula 1 (F1). Li Ke mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah mengkaji dua jalur masuk: mengakuisisi tim F1 yang sudah ada atau membangun operasi baru dari nol. Langkah ini dinilai sejalan dengan posisi BYD sebagai perusahaan berbasis teknologi tinggi. Jika proyek pabrik di Kanada terealisasi, hal ini akan menjadi ujian bagi toleransi regulasi Amerika Utara terhadap kepemilikan penuh perusahaan Tiongkok di sektor strategis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team