Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret mobil listrik (Pexels.com/Kindel Media)
potret mobil listrik (Pexels.com/Kindel Media)

Intinya sih...

  • California mengalokasikan dana 3,36 triliun rupiah untuk mendukung pasar kendaraan listrik sebagai respons terhadap penghapusan insentif federal.

  • California mendominasi pasar EV di Amerika Serikat dan berencana memberikan insentif untuk kendaraan listrik bekas guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

  • Program insentif baru ini memberikan dukungan bagi produsen mobil besar seperti Ford, Honda, dan Volkswagen untuk tetap memasok unit listrik mereka ke pasar Amerika Utara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Negara bagian California resmi mengumumkan rencana alokasi dana sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,36 triliun untuk memperkuat pasar kendaraan listrik (EV). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap penghapusan insentif federal yang sempat memicu penurunan tajam penjualan mobil listrik di Amerika Serikat pada akhir tahun 2025.

Gubernur Gavin Newsom memproyeksikan dana tersebut akan diberikan dalam bentuk potongan harga instan langsung di diler saat transaksi pembelian dilakukan. Kebijakan ini bertujuan menjaga posisi California sebagai wilayah dengan tingkat adopsi kendaraan tanpa emisi tertinggi, sekaligus memberikan kepastian bagi produsen otomotif yang mulai ragu terhadap masa depan elektrifikasi.

1. Respons terhadap penghapusan dukungan pemerintah federal

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Jae P)

Langkah agresif California muncul setelah pemerintah federal Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump mulai menarik dukungan terhadap teknologi kendaraan listrik. Penghapusan kredit pajak federal sebesar 7.500 dolar AS pada akhir September 2025 berdampak buruk pada angka penjualan kuartal keempat. Model populer seperti Tesla Model 3 hingga Hyundai Ioniq 5 mengalami kemerosotan drastis setelah sebelumnya mencetak rekor penjualan pada periode sebelumnya.

Ketua California Air Resources Board (CARB), Lauren Sanchez, menegaskan bahwa California harus mengambil peran lebih besar demi memastikan transisi menuju Zero Emission Vehicles tetap berjalan. Meskipun kebijakan nasional mengalami perubahan haluan, California memilih untuk tetap searah dengan tren pasar global yang terus bergerak menuju transportasi ramah lingkungan. Dana triliunan rupiah ini diharapkan mampu menambal celah finansial yang ditinggalkan oleh hilangnya insentif pusat.

2. Dominasi pasar dan potensi perluasan bagi unit bekas

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

California bukan sekadar pasar biasa; negara bagian ini menyumbang porsi pendaftaran kendaraan listrik dan hibrida sebesar 22,9 persen pada pertengahan 2025. Hanya Colorado yang mampu mendekati angka tersebut dengan pangsa pasar di atas 20 persen. Tingginya angka pendaftaran ini menunjukkan bahwa ekosistem EV di California sudah sangat matang, namun tetap membutuhkan stimulus fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Salah satu fokus baru dalam rencana subsidi ini adalah kemungkinan pemberian insentif untuk kendaraan listrik bekas. Sebelumnya, skema federal era Joe Biden telah mengizinkan potongan hingga 4.000 dolar AS untuk unit bekas guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Saat ini, tim teknis CARB sedang menelaah secara serius mekanisme penerapan insentif EV bekas di California karena dianggap sangat penting bagi masyarakat kelas menengah yang ingin beralih dari mobil berbahan bakar bensin.

3. Dampak bagi produsen dan target dekarbonisasi jangka panjang

mobil listrik hyundai (pexels.com/Hyundai motor group)

Program insentif baru ini memberikan napas lega bagi produsen mobil besar yang tergabung dalam Alliance for Automotive Innovation. Sebelumnya, banyak pabrikan mengeluhkan hilangnya insentif federal dan mulai memangkas rencana pengembangan model listrik karena kekhawatiran akan rendahnya permintaan. Dengan adanya dukungan dana dari California, pabrikan seperti Ford, Honda, dan Volkswagen mendapatkan alasan kuat untuk tetap memasok unit listrik mereka ke pasar Amerika Utara.

Secara historis, California telah membuktikan keberhasilan program serupa. Sejak 2013 hingga 2024, negara bagian ini telah menghabiskan sekitar Rp25 triliun untuk memberikan insentif bagi lebih dari 586.000 unit kendaraan. Komitmen berkelanjutan ini mempertegas bahwa California tidak hanya mengejar angka penjualan, tetapi juga berupaya menciptakan standar industri baru yang mandiri dari pengaruh kebijakan politik federal demi mencapai target dekarbonisasi total di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team