Melintasi perlintasan kereta api saat hujan turun merupakan tantangan teknis yang penuh risiko, terutama bagi kendaraan yang kondisi bannya sudah tidak prima. Permukaan rel yang terbuat dari baja akan menjadi sangat licin layaknya lapisan es ketika terkena air, sehingga menghilangkan koefisien gesek yang dibutuhkan oleh roda kendaraan untuk menjaga traksi.
Bagi pengguna kendaraan dengan kondisi ban yang sudah halus atau botak, situasi ini berubah menjadi ancaman keselamatan yang sangat serius. Ketiadaan alur atau kembangan pada ban membuat air terperangkap di antara karet dan permukaan jalan, yang seketika dapat melenyapkan kendali pengemudi atas arah kendaraan tepat di titik paling berbahaya di jalur transportasi.
