Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil Listrik/Unsplash.com
Mobil Listrik/Unsplash.com

Intinya sih...

  • Performa pengisian daya ekstrem dengan standar 10C

  • Strategi ekspansi jaringan pengisian daya nasional

  • Persaingan ketat dalam ekosistem pengisian daya super cepat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Informasi teknis yang bocor di jagat maya Tiongkok mengungkap bahwa BYD sedang menyiapkan sistem pengisian daya kilat (flash charging) Megawatt generasi kedua yang sangat bertenaga. Sistem baru ini dikabarkan mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus maksimal 1.500 A, sebuah peningkatan kapasitas sebesar 1,5 kali lipat dibandingkan dengan teknologi generasi pertama yang diperkenalkan pada tahun 2025.

Teknologi pengisian daya super cepat ini dirancang untuk menjawab tantangan waktu pengisian pada kendaraan listrik bertegangan tinggi serta mendukung manajemen beban pada jaringan listrik. Dengan spesifikasi tegangan DC maksimum mencapai 1.000 V, sistem ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tunggu pengisian baterai secara drastis bagi pengguna mobil listrik masa depan.

1. Performa pengisian daya ekstrem dengan standar 10C

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)

Berdasarkan laporan tidak resmi dari berbagai sumber teknologi di Tiongkok, stasiun pengisian daya generasi kedua ini mendukung pengisian daya 10C+ yang sangat agresif. Kecepatan ini secara teoritis memungkinkan kendaraan mendapatkan tambahan jarak tempuh hingga 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit pengisian. Teknologi ini dilaporkan akan kompatibel dengan model-model unggulan BYD seperti Han, Tang, dan lini kendaraan premium lainnya.

Selain daya yang masif, desain stasiun pengisian ini tampil lebih efisien dengan bentuk T dan penggunaan kabel berpendingin cairan seberat 2 kg yang lebih ringan untuk dioperasikan. Kapasitas penyimpanan energi pada satu stasiun juga dilaporkan meningkat dua kali lipat dibanding pendahulunya, sehingga memungkinkan lebih dari 20 kendaraan melakukan pengisian daya secara berturut-turut tanpa menurunkan performa distribusi daya pintarnya.

2. Strategi ekspansi jaringan pengisian daya nasional

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Hingga akhir tahun 2025, BYD telah menyebarkan lebih dari 500 stasiun pengisian daya kelas megawatt di lebih dari 200 kota di seluruh Tiongkok. Pada tahun 2026, perusahaan berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan skema jaringan tiga tingkat yang terdiri dari stasiun flagship, satelit, dan komunitas. Melalui kemitraan strategis dengan penyedia layanan pengisian daya lainnya, BYD menargetkan pembangunan lebih dari 15.000 stasiun di seluruh wilayah.

Sistem pengisian daya ini juga dirancang untuk lebih fleksibel, di mana stasiun generasi pertama yang sudah ada dapat ditingkatkan kemampuannya melalui modifikasi intelligent-boost. BYD juga dikabarkan sedang mengembangkan "versi muda" dengan daya berkisar antara 200 hingga 600 kW untuk mengakomodasi berbagai jenis kendaraan yang memiliki spesifikasi baterai lebih rendah, sehingga jangkauan layanan menjadi lebih luas bagi masyarakat.

3. Persaingan ketat dalam ekosistem pengisian daya super cepat

BYD Sealion 7 (byd.com)

Kemunculan teknologi 1.500 kW milik BYD ini memicu persaingan yang semakin panas di pasar kendaraan listrik Tiongkok. Saat ini, beberapa kompetitor besar seperti Tesla dengan sistem V4 hanya mencapai 500 kW, sementara Li Auto berada di angka 520 kW dan Xpeng sekitar 800 kW. Dengan melompat ke angka 1,5 Megawatt, BYD berupaya memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam infrastruktur pengisian daya ultra cepat global.

Meskipun spesifikasi ini sudah bocor melalui pelat nama teknis yang beredar, pihak BYD sendiri belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai jadwal peluncuran global maupun model kendaraan spesifik yang akan menggunakan kemampuan penuh 1.500 kW tersebut. Namun, langkah ini jelas menunjukkan arah industri otomotif Tiongkok yang semakin fokus pada platform elektrik bertegangan tinggi guna menghilangkan kecemasan pengguna akan durasi pengisian baterai di perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team