Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kualitas Mobil Listrik 2025 di China: BYD di Bawah Aito dan Tesla

Mobil Tesla Y (tesla.com)
Mobil Tesla Y (tesla.com)

Laporan terbaru J.D. Power 2025 mengenai Indeks Kualitas Produk Kendaraan Energi Baru (NEV) di Tiongkok mengungkap peta persaingan kualitas yang mengejutkan. Dalam survei yang melibatkan 57 merek dan ribuan responden ini, muncul kesenjangan yang cukup terlihat antara pemimpin pasar dari segi volume dengan pemimpin dari segi kualitas produk.

Merek Aito milik Huawei berhasil menduduki posisi puncak, disusul oleh Mercedes-Benz dan Tesla dalam tiga besar kategori kualitas terbaik. Sebaliknya, BYD sebagai raksasa penjualan mobil listrik dunia justru harus menerima kenyataan berada di posisi yang sedikit di bawah rata-rata industri dalam hal indeks risiko kualitas.

1. Dominasi Huawei dan Tesla dalam indeks risiko kualitas

Ilustrasi Tesla (tesla.com)
Ilustrasi Tesla (tesla.com)

Berdasarkan data yang dirilis oleh carnewschina.com, Aito mencatatkan skor indeks risiko kualitas terendah sebesar 123, yang menjadikannya merek dengan kualitas terbaik menurut persepsi pemilik kendaraan. Keberhasilan ini semakin dipertegas dengan pencapaian Aito M9 yang dinobatkan sebagai model dengan kualitas tertinggi secara keseluruhan di berbagai kategori, mulai dari sedan hingga MPV.

Tesla menempati posisi ketiga dengan skor 146, menunjukkan bahwa konsistensi pabrikan Amerika Serikat tersebut masih sangat dihargai oleh konsumen di Tiongkok. Sementara itu, merek-merek premium seperti Mercedes-Benz dan BMW tetap menunjukkan taringnya di jajaran atas, membuktikan bahwa pengalaman manufaktur tradisional masih memberikan kontribusi besar pada kualitas akhir produk kendaraan listrik mereka.

2. Posisi mengejutkan BYD dan rapor merah merek global

BYD Sealion 7 (byd.com)
BYD Sealion 7 (byd.com)

Salah satu poin paling menarik dalam laporan carnewschina.com ini adalah posisi merek utama BYD yang berada di urutan ke-21 dengan skor 224, berada di bawah rata-rata industri yang dipatok pada angka 215. Meskipun sub-merek mereka seperti Fang Cheng Bao dan Denza memiliki skor yang lebih baik, merek inti BYD tampaknya masih menghadapi tantangan dalam menekan keluhan kualitas dibandingkan kompetitor utamanya.

Nasib serupa juga dialami oleh merek-merek global besar lainnya yang sedang berupaya melakukan transisi. Toyota, Volvo, Volkswagen, dan Nissan semuanya tercatat berada di bawah rata-rata industri. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pabrikan tradisional masih kesulitan menyamai standar kualitas dan integrasi teknologi yang ditetapkan oleh merek-merek khusus kendaraan listrik baru di pasar Tiongkok yang sangat kompetitif.

3. Jawara kualitas di berbagai segmen kendaraan

Screen Shot 2026-01-27 at 8.53.52 PM.png
Pikap listrik Chery Hilma diluncurkan (cheryinternational.com)

Survei ini juga merinci model-model terbaik di setiap segmennya. Di kategori SUV ukuran menengah dan besar, model-model Aito (M9, M8, dan M7) mendominasi posisi tiga besar secara mutlak. Namun, di segmen SUV yang lebih kecil, Avatr 07 berhasil menempati urutan pertama, disusul oleh model-model BYD seperti Seal 05 EV dan Yuan UP yang menunjukkan performa kualitas lebih baik di segmen kendaraan kompak.

Untuk kategori sedan, Tesla Model 3 menjadi jawara di kelas sedan menengah ke bawah, mengungguli Nio Firefly dan BMW i3. Sementara di kelas sedan menengah ke atas, Xiaomi SU7 yang fenomenal berhasil meraih posisi puncak kualitas, membuktikan bahwa pendatang baru dari industri teknologi mampu menghadirkan produk otomotif yang handal. Di segmen MPV, Voyah Dream tercatat sebagai kendaraan dengan risiko kualitas paling rendah, diikuti oleh Denza D9 dan GWM Wey Gaoshan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

GM Pindahkan Produksi dari Kanada Ke AS, 1.200 Pekerja Kena PHK

02 Feb 2026, 09:05 WIBAutomotive