Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Chery Siapkan Baterai Baru, Bisa Tempuh Jarak 1.500 km!
Chery Fulwin X3L (chery.cn)

Produsen otomotif asal China, Chery, siap menggebrak industri kendaraan listrik melalui pengenalan teknologi baterai generasi terbaru dalam acara bertajuk Battery Night. Inovasi ini berfokus pada pengembangan baterai solid-state yang diklaim mampu membawa kendaraan melaju hingga jarak fantastis dalam satu kali pengisian daya.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya Chery untuk memimpin kompetisi di pasar elektrifikasi global yang semakin ketat. Dengan mengeksplorasi material sel yang lebih efisien, perusahaan otomotif ini berupaya menjawab tantangan terbesar pengguna mobil listrik saat ini, yaitu keterbatasan jarak tempuh dan durasi pengisian daya yang lama.

1. Keunggulan teknologi elektrolit padat bagi keamanan dan efisiensi

Sasis Chery Tiggo 8 CSH (chery.co.id)

Berbeda dengan baterai litium-ion konvensional yang masih mengandalkan cairan elektrolit, baterai solid-state besutan Chery menggunakan material elektrolit padat. Perubahan fundamental pada struktur kimia ini bukan tanpa alasan, karena secara teori, penggunaan material padat mampu meningkatkan kepadatan energi secara signifikan sekaligus meminimalisir risiko kebakaran akibat kebocoran cairan kimia.

Chery mematok target yang sangat ambisius dengan kepadatan energi mencapai 600 Wh/kg. Angka tersebut jauh melampaui kemampuan baterai mobil listrik yang beredar di pasar saat ini. Dengan kepadatan setinggi itu, kendaraan listrik di masa depan tidak hanya memiliki daya tahan yang lebih kuat untuk perjalanan jauh, tetapi juga memiliki bobot baterai yang lebih ringan, yang pada akhirnya akan meningkatkan performa berkendara secara keseluruhan.

2. Peta jalan produksi massal dan merek teknologi kunpeng

Chery Tiggo 8 CSH (chery.co.id)

Chery telah menyusun rencana matang untuk merealisasikan teknologi ini ke jalan raya melalui lini teknologi baterai bernama Kunpeng. Merek ini mencakup spektrum solusi penyimpanan energi yang luas, mulai dari kebutuhan kendaraan hibrida hingga pengembangan baterai masa depan. Berdasarkan peta jalan perusahaan, penerapan tahap awal baterai solid-state dijadwalkan mulai berjalan secara terbatas pada tahun 2026.

Kesuksesan fase uji coba tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi Chery untuk memulai produksi massal pada tahun 2027. Meskipun detail teknis mengenai desain sel dan pemasok material masih dirahasiakan, strategi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam mengintegrasikan teknologi solid-state ke dalam platform kendaraan mereka dalam waktu dekat. Fokus ini menempatkan Chery dalam jajaran produsen elit yang berlomba memenangkan hati konsumen melalui durabilitas energi.

3. Potensi revolusi industri kendaraan listrik global

Chery Tiggo 8 (chery.co.id)

Target jarak tempuh hingga 1.500 km merupakan angka yang sangat revolusioner karena dapat menghilangkan fenomena range anxiety atau kecemasan kehabisan daya di tengah jalan. Teknologi ini dinilai sebagai langkah besar berikutnya yang akan mengubah wajah transportasi dunia. Selain jarak tempuh yang luar biasa, baterai solid-state juga menawarkan keunggulan berupa waktu pengisian daya yang jauh lebih singkat dan masa pakai yang lebih panjang.

Dukungan teknologi ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai masa depan mobilitas yang berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kenyamanan perjalanan jarak jauh. Acara Battery Night yang akan segera digelar diperkirakan menjadi panggung utama bagi Chery untuk membuktikan bahwa batasan jarak ribuan kilometer bukan lagi sekadar impian. Keberhasilan proyek ini nantinya akan memaksa para pesaing global untuk bergerak lebih cepat dalam berinovasi demi menjaga relevansi di pasar otomotif masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team