Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)
potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)

Intinya sih...

  • Meksiko dan UEA menjadi tujuan utama ekspor mobil China

  • Mobil listrik mendominasi ekspor otomotif China

  • Penurunan harga rata-rata dan dinamika perdagangan musiman mempengaruhi ekspor mobil China

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri otomotif China, seperti dikutip dari carnewschina mencatatkan sejarah baru pada tahun 2025 dengan menembus angka ekspor sebanyak 8,32 juta unit kendaraan ke pasar global. Pencapaian luar biasa ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mempertegas posisi Negeri Tirai Bambu sebagai raksasa baru dalam peta perdagangan mobil dunia.

Sorotan utama tertuju pada performa kendaraan energi baru (NEV) yang melesat hingga 70 persen secara tahunan, dengan total pengiriman mencapai 3,43 juta unit. Angka pertumbuhan ini jauh melampaui capaian tahun 2024 yang hanya berada di level 16 persen, membuktikan bahwa dunia semakin bergantung pada teknologi elektrifikasi asal China.

1. Pergeseran pasar utama dan kebangkitan meksiko sebagai tujuan puncak

Mobil baru Geely (galaxy-geely.com)

Sepanjang tahun 2025, struktur pasar ekspor China mengalami perubahan signifikan dengan munculnya Meksiko sebagai importir terbesar yang menyerap lebih dari 625 ribu unit kendaraan. Posisi ini diikuti oleh Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA) yang melengkapi daftar tiga besar negara tujuan ekspor. Keberhasilan China menembus pasar Meksiko dan UEA menunjukkan daya saing produk mereka yang kini mampu memenuhi standar kenyamanan dan ketahanan di berbagai wilayah dengan karakteristik iklim yang ekstrem.

Uni Emirat Arab secara khusus menunjukkan performa yang sangat kuat, terutama pada bulan Desember, di mana volume impornya kembali melonjak ke posisi teratas. Selain itu, negara-negara seperti Inggris Raya dan Brasil tetap menjadi pasar yang menjanjikan, meskipun Brasil sempat mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Stabilitas di pasar Australia dan pertumbuhan di Kazakhstan juga menjadi sinyal bahwa jangkauan pasar China semakin merata di seluruh benua.

2. Mobil listrik menjadi motor utama pertumbuhan ekspor

Mobil baru Geely (galaxy-geely.com)

Sektor kendaraan energi baru (NEV) menjadi pilar utama di balik kesuksesan otomotif China di panggung internasional. Belgia tercatat sebagai negara importir NEV terbesar, disusul oleh Inggris Raya dan Meksiko. Data menunjukkan bahwa mobil listrik murni (EV) kini menyumbang 28 persen dari total ekspor kendaraan China, sementara varian plug-in hybrid (PHEV) menyumbang 13 persen dan mobil hibrida sebesar 6 persen. Sebaliknya, pasar kendaraan bensin konvensional terus merosot hingga mengalami penurunan sebesar 11 persen.

Menariknya, negara-negara di kawasan Asia seperti Thailand, Indonesia, dan India masuk ke dalam jajaran sepuluh besar pengimpor NEV asal China, meskipun secara total volume kendaraan mereka tidak masuk dalam daftar sepuluh besar umum. Kehadiran Indonesia di peringkat kesembilan sebagai pengimpor mobil ramah lingkungan China menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di dalam negeri sedang dalam tren positif, didorong oleh ketersediaan model yang beragam dan teknologi yang kompetitif dari pabrikan Tiongkok.

3. Strategi harga kompetitif dan dinamika perdagangan musiman

Mobil baru Geely (galaxy-geely.com)

Penurunan harga rata-rata ekspor menjadi salah satu strategi kunci yang membuat mobil China semakin diminati. Pada tahun 2025, harga rata-rata per kendaraan turun menjadi 16.000 USD, turun cukup jauh dari angka 19.000 USD pada tahun 2023. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh efisiensi produksi massal dan berkurangnya pangsa ekspor Tesla dari China, yang memberikan ruang bagi merek-merek lokal untuk menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen global.

Dari sisi waktu, ekspor otomotif China menunjukkan pola musiman yang unik dengan lonjakan tinggi pada musim panas, berlawanan dengan tren penjualan domestik. Meskipun sempat terhambat oleh kebijakan tarif dari Amerika Serikat pada periode Februari hingga April, arus ekspor kembali pulih dengan cepat sejak bulan Mei hingga November. Pada akhir tahun, China juga secara agresif mendorong ekspor mobil bekas, melengkapi ekosistem perdagangan otomotif mereka yang semakin matang dan terdiversifikasi di pasar internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team