Geely Bidik Penjualan 6,5 Juta Unit Mobil hingga 2030

- CEO Geely Holding Group menetapkan target penjualan global lebih dari 6,5 juta kendaraan pada 2030, dengan 75% berasal dari New Energy Vehicle (NEV).
- Geely mencatat rekor penjualan tertinggi pada 2025, dengan total penjualan mencapai 4.116.321 unit kendaraan dan lonjakan penjualan NEV sebesar 58%.
- Merek internasional di bawah naungan Geely seperti Volvo Cars, Proton, Polestar, Lotus, dan Fairon New Energy Commercial Vehicle juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Raksasa otomotif asal Tiongkok, Geely Holding Group, secara resmi mengumumkan peta jalan strategis menuju tahun 2030 dengan target pertumbuhan yang sangat masif. Fokus utama perusahaan ini terletak pada peningkatan volume penjualan global, penguatan penetrasi pasar kendaraan listrik, serta pencapaian pendapatan yang menembus angka fantastis.
Target ambisius ini didasari oleh pencapaian gemilang sepanjang tahun 2025, di mana grup ini mencatatkan rekor penjualan tertinggi dalam sejarahnya. Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan selama lima tahun berturut-turut menjadi fondasi kuat bagi Geely untuk bertransformasi menjadi pemimpin pasar otomotif dunia di masa depan.
1. Transformasi energi baru sebagai pilar pendapatan global

CEO Geely Holding Group, An Conghui, menetapkan tujuan strategis yang mencakup penjualan global melebihi 6,5 juta kendaraan pada tahun 2030. Menariknya, Geely menargetkan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) untuk berkontribusi sebesar 75 persen dari total penjualan tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh perusahaan dalam meninggalkan ketergantungan pada mesin pembakaran internal konvensional.
Dari sisi finansial, grup ini membidik pendapatan global lebih dari 1 triliun yuan atau setara dengan 143 miliar dolar AS. Untuk mencapai angka tersebut, Geely berencana memperluas jangkauan pasar luar negeri hingga melampaui sepertiga dari total penjualan grup. Strategi diversifikasi pasar ini bertujuan untuk memperkuat posisi merek-merek di bawah naungan Geely di berbagai benua, termasuk memperkuat penetrasi di pasar Asia dan Eropa.
2. Rekor penjualan 2025 dan kinerja impresif merek utama

Keberhasilan Geely pada tahun 2025 menjadi bukti nyata kekuatan grup ini, dengan total penjualan mencapai 4.116.321 unit kendaraan. Angka ini menandai kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di segmen NEV, lonjakan yang terjadi jauh lebih signifikan, yakni sebesar 58 persen dengan total 2.293.099 unit. Capaian tersebut mendorong tingkat penetrasi kendaraan listrik di dalam grup menjadi 56 persen.
Merek Geely Auto, yang menaungi lini produk seperti Geely China Star, Galaxy, Lynk & Co, hingga Zeekr, menjadi kontributor terbesar dengan total penjualan lebih dari 3 juta unit. Penjualan NEV pada segmen ini bahkan meroket hingga 90 persen. Ke depan, Geely Auto mematok target yang lebih tinggi untuk tahun 2026, yakni sebanyak 3,45 juta unit dengan fokus utama pada kendaraan ramah lingkungan.
3. Sinergi merek internasional dalam ekosistem grup

Kekuatan Geely juga terpancar dari pertumbuhan positif berbagai merek internasional yang mereka miliki. Volvo Cars menyumbangkan lebih dari 710 ribu kendaraan dengan tingkat penetrasi listrik mencapai 46 persen. Sementara itu, Proton di Malaysia mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6,5 persen, dan Polestar berhasil mengirimkan lebih dari 60 ribu kendaraan atau tumbuh lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di segmen mobil sport mewah, Lotus mengalami pertumbuhan signifikan khususnya di pasar Tiongkok. Tak ketinggalan, Fairon New Energy Commercial Vehicle turut memperkuat posisi grup di segmen kendaraan niaga dengan penjualan kumulatif yang kini telah melampaui 500 ribu unit. Sinergi antar merek ini memastikan Geely memiliki portofolio produk yang lengkap, mulai dari kendaraan penumpang harian, mobil listrik pintar, hingga kendaraan komersial bertenaga energi baru untuk mendukung visi 2030.


















