ilustrasi menandatangani kuitansi jual beli mobil (unsplash.com/Romain Dancre)
Kuitansi yang benar tak hanya berfungsi sebagai bukti pembayaran, tetapi juga perlindungan hukum bagi penjual dan pembeli. Oleh karena itu, penulisannya harus dilakukan sesuai format yang berlaku. Berikut langkah-langkah membuat kuitansi jual beli mobil.
1. Cantumkan judul kuitansi secara jelas
Pastikan di bagian atas dokumen tertulis kata "kuitansi" agar mudah dikenali. Ini penting untuk menunjukkan fungsi dokumen sebagai bukti pembayaran.
2. Isi informasi tanggal dan nomor kuitansi
Tulis tanggal transaksi dan nomor kuitansi untuk kemudahan pelacakan. Gunakan format tanggal yang jelas seperti DD/MM/YYYY.
3. Tuliskan identitas pihak yang terlibat
Sebutkan nama lengkap penjual dan pembeli beserta alamat masing-masing. Informasi ini memperjelas siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi.
4. Rincikan informasi mobil yang dijual
Cantumkan detail kendaraan seperti merek, tipe, tahun, nomor polisi, dan nomor rangka. Ini mencegah kebingungan jika ada kesalahpahaman.
5. Tulis jumlah uang dan cara pembayaran
Sebutkan nominal pembayaran dalam angka dan huruf untuk kejelasan. Tambahkan informasi cara pembayaran yang dipilih, bisa tunai, transfer, atau lainnya.
6. Sediakan ruang untuk tanda tangan
Berikan ruang untuk tanda tangan penjual dan pembeli sebagai bentuk persetujuan. Jika diperlukan, tambahkan tanda tangan saksi untuk memperkuat keabsahan dokumen.
7. Gunakan meterai untuk menguatkan legalitas
Tempelkan meterai Rp10 ribu di bawah tanda tangan penjual. Tanda tangan penjual harus mengenai sebagian materai untuk memastikan dokumen sah di mata hukum.
8. Akhiri dengan tanda tangan kedua pihak
Minta penjual dan pembeli menandatangani kuitansi sebagai tanda persetujuan bersama.