Kehadiran teknologi fast charging atau pengisian daya cepat menjadi angin segar bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kemampuannya memangkas waktu pengisian dari hitungan jam menjadi hitungan menit memberikan kenyamanan bagi mobilitas tinggi, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh antar kota.
Namun, di balik kecepatan tersebut, muncul kekhawatiran mengenai kesehatan jangka panjang komponen paling vital, yaitu baterai lithium-ion. Banyak anggapan menyebutkan bahwa arus listrik yang besar secara terus-menerus dapat memperpendek usia pakai baterai dan menurunkan kapasitas penyimpanannya secara drastis.
