Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demi Bisa Survive, Honda Accord Diskon hingga Rp200 Juta!

Demi Bisa Survive, Honda Accord Diskon hingga Rp200 Juta!
Honda Accord RS e:HEV dirilis (HPM)
Intinya Sih
  • GAC Honda memberikan diskon besar hingga sekitar Rp230 juta untuk Accord e:PHEV di Tiongkok guna menarik pembeli dan menghadapi dominasi mobil listrik lokal.
  • Penjualan GAC Honda anjlok hampir 70% pada Januari 2026, sementara merek EV lokal seperti GAC Aion justru mencatat lonjakan penjualan signifikan.
  • Pasar otomotif Tiongkok sedang lesu, memaksa produsen global memangkas harga dan menawarkan insentif besar agar tetap kompetitif di tengah tren kendaraan listrik domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pasar otomotif Tiongkok kembali diguncang oleh aksi nekat pabrikan Jepang dalam mempertahankan eksistensinya. Seperti dikutip dari carnewschina.com, GAC Honda secara mengejutkan memangkas harga sedan legendaris mereka, Accord e:PHEV, dengan diskon fantastis mencapai hampir 15.000 USD atau setara dengan Rp230 juta demi menarik minat pembeli di tengah gempuran mobil listrik lokal.

Langkah drastis ini menjadi sinyal kuat bahwa kendaraan joint-venture (usaha patungan) sedang berjuang keras untuk bertahan hidup. Dengan harga baru yang kini menyentuh angka 138.800 yuan (sekitar Rp318 juta), Honda berusaha menutup celah persaingan yang semakin menyesakkan di segmen sedan menengah yang kini didominasi oleh teknologi energi baru.

1. Diskon besar-besaran demi membendung dominasi mobil listrik

Honda Accord (dok. Honda Indonesia)
Honda Accord (dok. Honda Indonesia)

Penurunan harga ini mencapai 100.000 yuan dari harga eceran resmi awalnya yang sebesar 238.800 yuan. Promosi terbatas ini ditujukan bagi pelanggan setia yang melakukan pembelian ulang, dengan kuota yang sangat terbatas yakni hanya 1.000 unit. Skala diskon yang nyaris mencapai setengah harga ini mencerminkan betapa agresifnya persaingan harga di Tiongkok pada kuartal pertama tahun 2026.

Tekanan ini tidak datang tanpa alasan. Di segmen harga 100.000 hingga 150.000 yuan, konsumen kini memiliki opsi melimpah untuk kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan mobil listrik murni (EV) dari pabrikan domestik Tiongkok. GAC Honda harus mengambil langkah berisiko ini agar Accord tetap relevan di mata konsumen yang mulai berpaling dari merek-merek global tradisional.

2. Penurunan penjualan drastis di tengah kejayaan merek lokal

GAC AION Y Plus (dok. AION Indonesia)
GAC AION Y Plus (dok. AION Indonesia)

Kondisi pasar saat ini memang tidak berpihak pada merek Jepang. GAC Honda mencatatkan penurunan penjualan yang sangat tajam pada Januari 2026, yakni merosot hingga 69,86% dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, total penjualan mereka juga turun lebih dari 25%. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan saudara satu grupnya, GAC Aion (merek khusus EV), yang justru melonjak 171,63%.

Fenomena ini tidak hanya dialami oleh Honda. Merek joint-venture lainnya seperti GAC Toyota dan Dongfeng Nissan juga terpaksa memberikan subsidi serta insentif penggantian kendaraan hingga puluhan ribu yuan untuk model-model unggulan mereka seperti Wildlander, Teana, dan Sylphy. Hal ini menunjukkan bahwa loyalitas terhadap merek global tidak lagi cukup untuk memenangkan pasar Tiongkok yang sangat dinamis.

2. Penurunan penjualan drastis di tengah kejayaan merek lokal

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)
Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Lingkungan konsumsi kendaraan di Tiongkok secara umum memang tengah berada di bawah tekanan besar. Carnewschina.com menyebutkan bahwa indeks konsumsi otomotif berada di level terendah dalam sejarah pada awal tahun ini. Hal ini memaksa produsen untuk tidak hanya memotong harga, tetapi juga menawarkan skema pembiayaan bunga rendah jangka panjang demi merangsang daya beli masyarakat yang sedang lesu.

Meskipun GAC Honda berdalih bahwa diskon besar pada Accord e:PHEV ini merupakan bagian dari promosi perayaan 50 tahun sejarah global Accord, banyak analis melihatnya sebagai strategi bertahan hidup yang mendesak. Tanpa rencana produksi dan penjualan yang jelas melampaui masa promosi ini, masa depan sedan-sedan joint-venture di Tiongkok kian dipertanyakan di hadapan percepatan adopsi kendaraan listrik domestik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More