Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustasi teknologi mobil (catl.com)
Ilustasi teknologi mobil (catl.com)

Intinya sih...

  • Keunggulan performa di suhu ekstrem dan aspek keamananBaterai natrium-ion Naxtra milik CATL mampu mempertahankan retensi energi hingga lebih dari 92 persen pada suhu -20 derajat Celcius, jauh mengungguli baterai litium. Teknologi ini juga menonjolkan aspek keamanan yang jauh lebih tinggi.

  • Ambisi menggeser dominasi litium melalui efisiensi biayaCATL optimis bahwa baterai natrium akan segera mengambil alih sebagian pasar dengan densitas energi setara dengan LFP dalam tiga tahun ke depan. Biaya baterai natrium diperkirakan akan turun drastis hingga 30 persen lebih murah dibandingkan baterai

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa baterai global, CATL, secara resmi memperluas jangkauan teknologi baterai natrium-ion (sodium-ion) miliknya ke sektor mobil penumpang. Setelah sukses diimplementasikan pada kendaraan komersial, teknologi baterai di bawah merek "Naxtra" ini kini dikonfirmasi akan segera terintegrasi pada model kendaraan penumpang, dimulai dengan kolaborasi bersama pabrikan Changan melalui model Oshan.

Langkah strategis ini menandai pergeseran penting dalam industri kendaraan energi baru, di mana ketergantungan pada litium mulai diimbangi dengan alternatif yang lebih tangguh di cuaca ekstrem. Uji coba musim dingin publik segera dilakukan untuk membuktikan performa baterai natrium-ion dalam menghadapi suhu membeku, sebuah tantangan yang selama ini menjadi kelemahan utama baterai listrik konvensional.

1. Keunggulan performa di suhu ekstrem dan aspek keamanan

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, salah satu keunggulan utama baterai natrium-ion merek Naxtra milik CATL adalah ketahanannya yang luar biasa terhadap suhu dingin. Pada suhu -20 derajat Celcius, sel baterai natrium mampu mempertahankan retensi energi hingga lebih dari 92 persen, jauh mengungguli baterai litium yang biasanya hanya bertahan di angka 80 persen. Kemampuan ini memungkinkan kendaraan tetap beroperasi optimal tanpa memerlukan pemanasan tambahan yang menguras energi.

Selain performa suhu, CATL juga menonjolkan aspek keamanan yang jauh lebih tinggi melalui Naxtra Generasi 2. Teknologi ini diklaim tidak akan memicu api atau ledakan bahkan jika terkena benturan keras, digergaji, maupun ditusuk. Karakteristik ini memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan dalam memitigasi risiko kebakaran kendaraan listrik, sekaligus menawarkan sistem manajemen termal yang lebih sederhana karena baterai tidak cepat panas saat pengisian daya cepat.

2. Ambisi menggeser dominasi litium melalui efisiensi biaya

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Meskipun saat ini baterai litium besi fosfat (LFP) masih mendominasi pasar Tiongkok dengan pangsa lebih dari 81 persen, CATL optimis bahwa baterai natrium akan segera mengambil alih sebagian pasar. CTO CATL, Gao Huan, memproyeksikan bahwa dalam tiga tahun ke depan, densitas energi baterai natrium akan setara dengan LFP. Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi global, biaya baterai natrium diperkirakan akan turun drastis hingga 30 persen lebih murah dibandingkan baterai LFP.

Analisis dari Morgan Stanley mendukung pandangan ini dengan memprediksi percepatan penurunan biaya saat kapasitas produksi mencapai 100 GWh. Dengan proyeksi pengiriman yang akan melonjak melampaui 200 GWh pada tahun 2030, teknologi natrium-ion diharapkan menjadi solusi bagi produsen otomotif untuk menghadirkan mobil listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi konsumen luas, terutama pada segmen mobil kompak dan menengah.

3. Integrasi sistem tukar baterai untuk mempercepat adopsi

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Strategi masuknya CATL ke pasar mobil penumpang kemungkinan besar akan diawali melalui sektor penukaran baterai (battery swapping). Model "pemisahan kendaraan dan baterai" ini telah terbukti sukses mengurangi biaya pembelian awal kendaraan hingga 10 persen pada segmen truk ringan. Dengan menerapkan model yang sama pada mobil penumpang seperti Changan Oshan, konsumen dapat memiliki kendaraan listrik dengan investasi awal yang lebih rendah.

Penggunaan baterai natrium-ion dalam ekosistem tukar baterai akan menjadi ujian nyata bagi skalabilitas teknologi ini. Jika uji coba publik bersama Changan, GAC, dan JAC membuahkan hasil positif, industri otomotif dunia mungkin akan melihat perubahan peta kekuatan baterai global. Transisi dari litium ke natrium bukan hanya soal harga, tetapi tentang menciptakan kendaraan yang lebih aman dan andal untuk digunakan di berbagai belahan dunia dengan iklim yang ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team