Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gaji Rp5 Juta Mau Kredit Mobil? Baca Ini Dulu

WhatsApp Image 2025-07-24 at 21.18.55 (1).jpeg
Daihatsu Rocky Hybrid meluncur di GIIAS 2025 (Dok. IDN Times)

Memiliki mobil pribadi dengan penghasilan bulanan di angka Rp5 juta merupakan target yang cukup menantang namun bukan tidak mungkin untuk diwujudkan. Keputusan ini memerlukan disiplin tingkat tinggi dalam mengatur arus kas harian serta ketelitian dalam memilih skema pembiayaan agar cicilan tidak menjadi beban yang merusak stabilitas ekonomi jangka panjang.

Tanpa perencanaan yang berbasis pada angka riil, beban utang kendaraan dapat dengan cepat menguras tabungan dan mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai rasio utang, biaya operasional tersembunyi, dan pemilihan unit yang tepat menjadi fondasi utama sebelum menandatangani kontrak kredit dengan lembaga pembiayaan.

1. Menghitung batasan cicilan maksimal dan besaran uang muka

ilustrasi aplikasi kalkulator (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi aplikasi kalkulator (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Prinsip dasar keuangan yang sehat menetapkan bahwa total cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan bulanan. Untuk gaji sebesar Rp5 juta, batas aman angsuran maksimal berada di angka Rp1,5 juta per bulan. Angka ini harus dipatuhi secara ketat agar sisa pendapatan tetap mencukupi untuk biaya hidup, asuransi, dan dana darurat. Memaksakan cicilan di atas nominal tersebut akan sangat berisiko, terutama jika terjadi kebutuhan mendadak yang memerlukan dana segar dalam jumlah besar.

Guna mendapatkan angka cicilan di bawah Rp1,5 juta, strategi yang paling efektif adalah menyiapkan uang muka atau down payment dalam jumlah besar, setidaknya 30 hingga 40 persen dari harga mobil. Semakin besar uang muka yang dibayarkan, semakin kecil pokok utang yang tersisa, sehingga bunga yang dibebankan pun akan menurun. Menunda pembelian selama satu atau dua tahun untuk mengumpulkan uang muka yang lebih substansial jauh lebih bijak daripada mengambil promo uang muka rendah yang justru akan membengkakkan bunga bulanan secara signifikan.

2. Memilih unit kendaraan berdasarkan fungsionalitas dan biaya pajak

ilustrasi kalkulator (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kalkulator (pexels.com/Pixabay)

Bagi pemilik gaji Rp5 juta, pemilihan kategori mobil sangat menentukan keberlangsungan kredit. Mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil kota bekas yang berusia muda adalah pilihan yang paling masuk akal. Selain harga belinya yang lebih terjangkau, mobil jenis ini umumnya memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi dan biaya pajak tahunan yang relatif murah. Menghindari mobil mewah atau kendaraan dengan kapasitas mesin besar sangat penting untuk menjaga agar biaya kepemilikan tidak membengkak di luar perkiraan.

Selain harga beli, pertimbangan mengenai ketersediaan suku cadang dan kemudahan perawatan juga harus menjadi poin utama. Mobil dengan populasi yang banyak di jalanan biasanya memiliki biaya servis yang lebih kompetitif dan nilai depresiasi yang lebih stabil. Mengambil tenor kredit yang sedang, yakni antara tiga hingga empat tahun, adalah pilihan moderat untuk mendapatkan cicilan yang terjangkau tanpa harus terjebak dalam akumulasi bunga yang terlalu tinggi jika mengambil tenor yang terlalu panjang.

3. Mengantisipasi biaya operasional dan penyusutan nilai aset

ilustrasi pria dan wanita memegang kalkulator (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi pria dan wanita memegang kalkulator (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kesalahan umum pembeli mobil pertama kali adalah hanya memikirkan biaya angsuran, namun mengabaikan pengeluaran rutin untuk bensin, parkir, tol, hingga perawatan berkala. Dengan gaji Rp5 juta, pengalokasian dana untuk operasional kendaraan harus dilakukan sejak awal. Mobil memerlukan penggantian oli, ban, dan komponen aus lainnya secara rutin agar tetap layak jalan. Tanpa anggaran perawatan yang disiplin, kerusakan kecil bisa berubah menjadi masalah besar yang membutuhkan biaya perbaikan mendadak yang sangat menguras kantong.

Penting juga untuk menyadari bahwa mobil adalah aset yang nilainya terus menyusut (depresiasi). Memiliki mobil dengan kredit berarti membayar harga yang lebih mahal (akibat bunga) untuk barang yang nilainya terus turun. Oleh karena itu, penggunaan mobil harus benar-benar mendukung produktivitas atau memberikan nilai efisiensi yang nyata bagi mobilitas harian. Dengan perencanaan yang komprehensif, kepemilikan mobil tidak akan menjadi beban finansial, melainkan menjadi alat penunjang kehidupan yang dikelola dengan penuh tanggung jawab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Pertimbangan Penting Sebelum Memutuskan Membeli Mobil SUV Bekas

15 Jan 2026, 18:10 WIBAutomotive