Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gebrakan BYD Baterai Blade 2.0: Isi Daya 97 Persen Cuma 9 Menit!
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
  • BYD memperkenalkan Blade Battery 2.0 dengan teknologi Flash Charging yang mampu mengisi daya hingga 97% hanya dalam 9 menit, bahkan tetap efisien di suhu ekstrem -30°C.
  • Stasiun Flash Charging baru berbentuk huruf "T" hadir dengan output hingga 1.500 kW, desain ringkas tahan air, serta sistem denda bagi kendaraan yang parkir setelah pengisian selesai.
  • Melalui strategi "stasiun dalam stasiun", BYD berkolaborasi dengan penyedia pengisian umum untuk efisiensi jaringan listrik dan menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

BYD baru saja menggebrak industri otomotif global dengan memperkenalkan generasi kedua Blade Battery dan teknologi Flash Charging terbaru. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan densitas energi baterai, tetapi juga memangkas waktu pengisian daya secara drastis, bahkan dalam kondisi cuaca dingin yang ekstrem sekalipun.

Terobosan ini memposisikan BYD sebagai pemimpin teknologi pengisian daya super cepat di dunia. Dengan kemampuan pengisian yang hampir menyamai durasi pengisian bahan bakar fosil, hambatan utama adopsi kendaraan listrik kini resmi dipatahkan melalui rekayasa teknologi baterai yang lebih efisien dan aman.

1. Kecepatan pengisian kilat dan performa di cuaca ekstrem

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Inti dari teknologi baru ini adalah kecepatan pengisian daya yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut data yang dihimpun dari carnewschina.com, generasi kedua Blade Battery mampu mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu 5 menit. Bahkan untuk mencapai kapasitas 97%, pengguna hanya butuh waktu 9 menit. Efisiensi ini tetap terjaga meski suhu berada di bawah titik beku; pada suhu -30°C, pengisian daya dari 20% ke 97% hanya membutuhkan waktu 12 menit.

Peningkatan ini dibarengi dengan kenaikan densitas energi sebesar 5% dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu contoh nyata kekuatannya terlihat pada model Denza Z9GT yang mampu menempuh jarak hingga 1.036 km dalam sekali pengisian daya. Selain kecepatan, baterai ini menjanjikan masa pakai yang lebih lama dan standar keamanan yang lebih ketat, menjadikannya standar baru dalam ekosistem kendaraan energi baru (NEV).

2. Infrastruktur stasiun pengisian daya masa depan

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Untuk mendukung teknologi baterai tersebut, BYD meluncurkan stasiun Flash Charging generasi terbaru dengan desain inovatif berbentuk huruf "T". Desain ini memudahkan akses penggunaan alat pengisi daya (charging gun) yang kini dibuat lebih ringkas dan tahan air. Stasiun ini juga dilengkapi sistem rel geser atas yang memungkinkan pengisian dari jarak lebih jauh, sehingga memperkecil jejak fisik infrastruktur di area parkir.

Setiap unit charging gun mampu menghasilkan output maksimal hingga 1.500 kW dengan tegangan tinggi 1.000V. Menariknya, BYD juga akan menerapkan biaya denda bagi kendaraan yang tetap parkir setelah pengisian selesai demi menjaga kelancaran antrean, mirip dengan manajemen di pom bensin konvensional. Kendaraan yang kompatibel dengan teknologi ini nantinya akan memiliki lencana khusus di bagian belakang sebagai penanda kemampuan pengisian kilat tersebut.

3. Strategi "stasiun dalam stasiun" untuk efisiensi jaringan listrik

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Dalam konferensi persnya, CEO BYD Wang Chuanfu menyadari bahwa pengisian daya berdaya tinggi dapat membebani jaringan listrik publik. Sebagai solusinya, BYD menerapkan model "stasiun dalam stasiun". BYD akan berkolaborasi dengan penyedia pengisian daya umum yang sudah ada untuk menempatkan unit mereka, di mana baterai penyimpanan energi internal BYD akan mengisi daya dari jaringan standar secara perlahan, lalu menyalurkan daya raksasa tersebut ke mobil pelanggan saat dibutuhkan.

BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging tahun ini, di mana 18.000 di antaranya menggunakan model kolaborasi tersebut. Wang Chuanfu menyatakan bahwa pemasangan unit ini sangat praktis, dengan menyebutkan, "pemasangannya semudah memasang sebuah pendingin ruangan (AC)." Selain itu, BYD berencana membangun 2.000 stasiun di jalan tol guna memastikan ketersediaan pengisian daya setiap 100 kilometer, mencakup sepertiga dari total area layanan jalan tol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team