Ekspansi BYD ke Kanada: Manfaatkan Tarif Impor Baru 6,1 Persen

- Pemerintah Kanada membuka kuota impor baru untuk 24.500 kendaraan listrik asal China dengan tarif 6,1 persen, memberi peluang besar bagi BYD masuk ke pasar Kanada hingga 2026.
- BYD dan produsen China lainnya bersiap memenuhi standar keselamatan serta sertifikasi ketat Kanada agar dapat memasarkan kendaraan listrik terjangkau di Amerika Utara.
- Kebijakan ini muncul di tengah lonjakan ekspor mobil listrik China yang mencapai rekor global, menandai kembalinya Kanada sebagai pasar strategis bagi produsen otomotif Tiongkok.
Pemerintah Kanada secara mengejutkan membuka kembali pintu bagi kendaraan listrik asal China melalui sistem kuota impor terbaru yang berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini memungkinkan sebanyak 24.500 unit kendaraan listrik buatan China untuk masuk ke pasar Kanada dengan tarif Most Favoured Nation yang sangat kompetitif, yakni hanya sebesar 6,1 persen.
BYD, sebagai produsen kendaraan listrik raksasa asal China, tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini dengan mendaftarkan unit manufaktur mereka dari Shenzhen dan Xi'an ke otoritas terkait. Berdasarkan data dari Transport Canada, BYD kini telah resmi masuk dalam sistem informasi produsen kendaraan asing yang memenuhi syarat kepatuhan untuk memasarkan produknya di wilayah Amerika Utara tersebut.
1. Perubahan kebijakan tarif dan peluang pasar kendaraan terjangkau

Kebijakan baru ini menandai titik balik besar bagi hubungan dagang kedua negara setelah sebelumnya Kanada sempat menerapkan tarif tambahan sebesar 100 persen pada Oktober 2024. Lonjakan tarif tersebut sempat membuat total bea masuk membengkak hingga 106,1 persen, yang secara efektif menghentikan arus ekspor kendaraan listrik China ke Kanada hampir sepenuhnya. Berdasarkan data dari carnewschina.com, pelonggaran kuota ini akan mencakup total 49.000 kendaraan, termasuk jenis baterai murni (BEV), hibrida, dan plug-in hybrid (PHEV).
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, memberikan indikasi kuat bahwa arah kebijakan ini bertujuan untuk menyediakan kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi warganya. Beliau menyatakan bahwa dalam lima tahun ke depan, lebih dari separuh kendaraan listrik yang diimpor dari China akan berupa model ekonomis dengan harga di bawah 35.000 dolar Kanada. Kebijakan ini dinilai sangat strategis untuk menekan harga pasar dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Kanada.
2. Kesiapan manufaktur China dalam memenuhi standar internasional

Menanggapi peluang ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China, Cui Dongshu, menyatakan optimisme tinggi terhadap kemampuan merek domestik mereka. Beliau mencatat, “Merek independen China sepenuhnya mampu memenuhi permintaan konsumen Kanada akan kendaraan listrik yang terjangkau.” Keunggulan biaya dan efisiensi produksi massal yang dimiliki BYD serta merek China lainnya menjadi modal utama untuk bersaing dengan merek global yang sudah ada sebelumnya.
Namun, untuk mendapatkan persetujuan penjualan final, kendaraan BYD harus melewati serangkaian pengujian ketat. Hal ini mencakup sertifikasi Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Kanada, keamanan baterai, kompatibilitas antarmuka pengisian daya, hingga kepatuhan perangkat lunak dan data. Tidak hanya BYD, raksasa ekspor lainnya seperti Chery juga dilaporkan mulai merekrut tenaga ahli secara masif untuk menangani teknik kendaraan dan sertifikasi regulasi khusus pasar Amerika Utara.
3. Tren pertumbuhan ekspor mobil listrik China di panggung global

Dibukanya kembali pasar Kanada terjadi di tengah tren ledakan ekspor otomotif China yang memecahkan rekor pada tahun 2025 dengan total 7,098 juta unit. Dari jumlah tersebut, ekspor kendaraan energi baru (NEV) mencapai 2,615 juta unit, atau meningkat tajam sebesar 103,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, merek seperti Tesla, Volvo, dan Polestar telah lebih dulu menggunakan basis produksi di China untuk memasok pasar Kanada sebelum hambatan tarif diberlakukan.
Kenaikan ekspor yang pesat ini menunjukkan bahwa kualitas dan teknologi kendaraan listrik China mulai diakui secara luas. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2023, ekspor kendaraan energi baru China ke Kanada sempat melonjak 751 persen sebelum akhirnya jatuh sedalam 92 persen akibat perang tarif. Dengan kuota baru yang diprediksi akan terus berkembang hingga 70.000 unit pada tahun 2030, Kanada kini kembali menjadi medan pertempuran penting bagi BYD dan produsen otomotif global lainnya.

![[QUIZ] Kalau Hidupmu Ibarat Lampu Lalu Lintas, Sekarang Warna Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250505/005-7e4152c6ab9921ba717f12d4b384e7b6-842aae21cf0e972bb4c70fbe4ef03fbc.png)

![[QUIZ] Pilih Motor Jadul Berikut, Kami Tahu Seperti Apa Masa Kecilmu](https://image.idntimes.com/post/20250912/salman-mukti-e65f0dfifae-unsplash_4f6ea0e8-48a8-451c-b26b-125a5a469672.jpg)




![[QUIZ] Pilih Gaya Modifikasi Motor Ini, Kami Bisa Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250408/screen-shot-2025-04-08-at-44639-pm-2b2823870c37bec67c6c20af813c7f3c-97f9f73832c8e90e9982dde7a23f3844.png)
![[QUIZ] Pilih Gaya Mudikmu, Kami Bisa Tebak Kendaraan Impianmu](https://image.idntimes.com/post/20250326/antarafoto-jalan-tol-trans-jawa-mulai-padat-1743002520-8f59796367737ab173368d3b01e89074.jpg)




![[QUIZ] Pilih Vespa Klasik Favoritmu, Kami Bisa Ungkap Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20250602/pexels-wendywei-1662556-248502e62f1ba9d7df75e0212e57dc53.jpg)


