General Motors (GM) secara mengejutkan memutuskan untuk memangkas operasional di pabrik Oshawa, Kanada, sebuah langkah yang memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Keputusan ini mencakup penghapusan sif ketiga di pabrik tersebut, yang diperkirakan akan berdampak pada hilangnya hingga 1.200 pekerjaan, baik karyawan langsung maupun pekerja di rantai pasokan.
Langkah strategis ini memicu kemarahan besar dari serikat pekerja swasta terbesar di Kanada, Unifor. Melansir laporan dari carscoops.com, GM dituduh lebih tunduk pada tekanan politik Amerika Serikat dibandingkan mempertahankan loyalitas tenaga kerja mereka di Kanada. Ketidakpastian kini menyelimuti ratusan keluarga yang selama ini menggantungkan hidup pada raksasa otomotif tersebut.
