General Motors Potong Operasi Produksi di Kanada, 500 Pekerja di PHK

- General Motors akhiri operasi shift ketiga di pabrik Oshawa: Operasi shift ketiga di pabrik Oshawa akan dihentikan, mengakibatkan hilangnya sekitar 500 pekerjaan langsung.
- Serikat pekerja Unifor tuduh General Motors tunduk pada tekanan tarif Trump: Pengurangan shift menambah tekanan pada sektor otomotif Kanada yang terpukul oleh tarif impor AS.
Jakarta, IDN Times - General Motors mengumumkan pemangkasan sekitar 500 pekerjaan di Kanada pada Kamis (29/1/2026), akibat pengurangan shift produksi di pabrik Oshawa Assembly, Ontario. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan sektor otomotif Kanada yang terdampak kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat (AS).
Pabrik Oshawa akan kembali beroperasi dengan dua shift mulai pekan depan, setelah shift ketiga sementara dihentikan. Keputusan ini memperparah situasi industri otomotif Kanada yang semakin terpukul oleh tarif impor AS, yang mempengaruhi rantai pasok dan permintaan kendaraan.
1. General Motors akhiri operasi shift ketiga di pabrik Oshawa
General Motors akan mengakhiri operasi shift ketiga di pabrik Oshawa Assembly mulai Minggu (1/2/2026), yang mengakibatkan hilangnya sekitar 500 pekerjaan langsung. Shift tambahan tersebut sebelumnya ditambahkan pasca pandemi untuk memenuhi permintaan pickup truck yang melonjak serta mengisi ulang stok yang rendah.
Juru bicara General Motors Kanada, Jennifer Wright menjelaskan, perubahan ini merupakan penyesuaian operasional berdasarkan kondisi permintaan terkini.
Serikat pekerja Unifor memperkirakan dampak pemangkasan ini lebih luas, hingga 1.200 pekerjaan termasuk di rantai pasok terkait. Meski begitu, pabrik Oshawa tetap memproduksi pickup truck Chevrolet Silverado versi ringan dan berat dengan kapasitas dua shift.
2. Serikat pekerja Unifor tuduh General Motors tunduk pada tekanan tarif Trump
Pengurangan shift di pabrik Oshawa Assembly menambah tekanan pada sektor otomotif Kanada, yang paling terpukul oleh tarif impor AS sebesar 25 persen terhadap kendaraan Kanada. Serikat pekerja Unifor menuduh General Motors telah memindahkan sebagian produksi ke AS setelah tarif tersebut diberlakukan tahun lalu.
Unifor menilai General Motors lebih memilih tunduk pada tekanan Presiden Donald Trump daripada memperjuangkan nasib pekerja Kanada.
“General Motors telah membuat pilihan jelas untuk tunduk pada Donald Trump daripada memperjuangkan pekerja Kanada yang setia, sehingga pekerja Oshawa harus menanggung akibat penyerahan ini dengan kehilangan pekerjaan mereka,” kata Presiden Nasional Unifor, Lana Payne, dalam pernyataan resminya, dikutip CBC.
General Motors membantah adanya hubungan langsung antara pemangkasan shift dengan tarif AS, sambil menekankan bahwa keputusan itu murni penyesuaian terhadap permintaan pasar yang menurun. Perusahaan tersebut juga menyoroti komitmennya dengan investasi senilai 2,6 miliar dolar Kanada (Rp32,2 triliun) di sektor manufaktur Kanada dalam lima tahun terakhir.
3. General Motors yakini masa depan cerah pabrik Oshawa meski pangkas pekerja
Pabrik Oshawa Assembly tetap menjadi pusat utama General Motors di Amerika Utara untuk produksi pickup truck Chevrolet Silverado melalui satu lini perakitan. Bagian pabrik tersebut juga masih mendukung operasi stamping aftermarket dan sub-assembly.
General Motors telah menggelontorkan investasi senilai 280 juta dolar Kanada (Rp3,4 triliun) untuk memproduksi truk bertenaga bensin generasi berikutnya di lokasi tersebut.
“Oshawa memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, didukung investasi 280 juta dolar Kanada (Rp3,4 triliun) untuk memproduksi truk bertenaga bensin generasi berikutnya,” ujar juru bicara General Motors Kanada, Jennifer Wright, dikutip Yahoo Finance.
Meski demikian, serikat pekerja Unifor mendesak pemerintah Kanada memberikan dukungan lebih besar, mengingat pekerjaan di sektor otomotif Ontario terus berkurang.

















