Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Industri otomotif Eropa kembali memanas setelah Great Wall Motor (GWM) mengumumkan langkah strategis untuk membangun pabrik perakitan pertamanya di kawasan tersebut. Rencana besar ini menandai babak baru ekspansi produsen asal Tiongkok itu di luar negeri, terutama di tengah kompetisi yang semakin ketat dengan sesama raksasa Asia, BYD.

Melalui pabrik berkapasitas hingga 300.000 unit per tahun yang ditargetkan beroperasi pada 2029, GWM ingin meningkatkan efisiensi produksi, memangkas biaya impor, dan memperkuat posisinya di pasar Eropa yang terkenal penuh tantangan. Langkah ini sekaligus menjadi respons terhadap dinamika penjualan kendaraan listrik yang terus berubah cepat di kawasan tersebut.

1. Pabrik akan berlokai di Spanyol atau Hongaria

GWM targetkan 30 outlet dealer tahun ini (GWM)

GWM saat ini sedang mengevaluasi dua lokasi potensial: Spanyol dan Hongaria. Menurut Presiden Internasional GWM, Parker Shi, pertimbangan utama dalam memilih lokasi adalah biaya tenaga kerja, akses logistik, serta kesiapan infrastruktur otomotif setempat. Pada tahap awal produksi, beberapa komponen penting masih harus dikirim dari luar negeri, sehingga efisiensi logistik menjadi faktor penentu.

Selain itu, GWM juga mencermati perubahan kebijakan industri otomotif Uni Eropa, termasuk syarat investasi, aturan tarif, dan kebijakan energi bersih. Keputusan ini menjadi pembaruan pertama sejak 2023, ketika GWM pertama kali mengumumkan proses peninjauan lokasi di Eropa. Jika terealisasi, pabrik ini akan menjadi fasilitas pertama GWM di Eropa Barat, melengkapi pabrik yang sudah beroperasi di Rusia, Brasil, dan Thailand.

2. Dorongan ekspansi di tengah penurunan penjualan Ora

GWM Ora 03 (IDN Times/Dwi Agustiar)

Meski ambisius, langkah GWM dilakukan pada momen yang cukup menantang. Tahun sebelumnya, penjualan kendaraan listrik GWM di Eropa—khususnya brand Ora—mengalami penurunan tajam. Ora hanya mencatat 3.706 unit registrasi baru, anjlok 41 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah persaingan ketat dengan produsen lokal maupun brand Tiongkok lainnya.

Namun secara global, performa GWM justru meningkat. Pengiriman ke luar negeri menembus rekor 453.141 unit, menunjukkan pasar internasional masih memberikan peluang besar. Demi memperluas penetrasi di Eropa, GWM juga menyiapkan model baru seperti SUV kompak ORA 5 yang direncanakan hadir pada pertengahan 2026. Selain itu, pabrik mendatang akan memproduksi berbagai jenis sistem penggerak—mulai dari mesin bensin, hybrid, hingga full EV—untuk menyesuaikan kebutuhan pasar Eropa yang beragam.

3. Menyaingi BYD lewat produksi lokal

BYD Atto 3 (byd.arista-group.co.id)

Ekspansi GWM ini juga tak lepas dari gerak agresif BYD, pesaing terberat mereka asal Tiongkok. BYD tengah bersiap membangun pabrik ketiganya di Eropa dengan Spanyol sebagai salah satu kandidat kuat. Langkah ini dinilai dapat mempercepat tekanan kompetitif bagi GWM, sehingga mendorong mereka mempercepat pembangunan pabrik demi menekan biaya impor dan tarif yang semakin ketat.

Dengan produksi lokal, GWM berharap bisa menghadirkan harga lebih kompetitif, memperpendek rantai pasok, serta meningkatkan penerimaan konsumen Eropa terhadap produk mereka. Jika target ambisius penjualan luar negeri 1 juta unit per tahun pada 2030 tercapai, pabrik Eropa akan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi global GWM.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team