Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Dexlite Naik, Pajero Sports dan Toyota Fortuner Aman Pakai Solar?

Harga Dexlite Naik, Pajero Sports dan Toyota Fortuner Aman Pakai Solar?
ilustrasi mobil Toyota Fortuner (Unsplash.com/Amith Ramakrishna)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex membuat pemilik SUV diesel seperti Pajero Sport dan Fortuner tergoda memakai solar subsidi, meski berisiko tinggi bagi mesin modern mereka.
  • Solar murah dengan kandungan sulfur tinggi dapat merusak injektor presisi, menimbulkan penumpukan karbon, serta menyumbat Diesel Particulate Filter hingga mobil masuk mode darurat.
  • Penggunaan bahan bakar berkualitas rendah mempercepat degradasi oli mesin dan keausan komponen internal, sehingga biaya perawatan meningkat dan usia pakai mesin berkurang drastis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi yang sangat drastis sejak Sabtu pekan lalu membuat pemilik SUV besar dalam posisi sulit. Dengan harga Pertamina Dex yang menyentuh Rp23.900 per liter dan Dexlite di angka Rp23.600 per liter, biaya pengisian penuh tangki kini bisa menembus angka Rp1,9 juta.

Kondisi ekonomi ini memicu godaan besar bagi pemilik Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner untuk beralih menggunakan solar murah atau subsidi. Namun, keputusan untuk "turun kasta" dalam hal kualitas bahan bakar menyimpan risiko teknis yang sangat besar terhadap keberlangsungan mesin diesel berteknologi tinggi yang diproduksi massal dalam jumlah ribuan unit setiap bulannya.

1. Ancaman kerusakan sistem common rail dan injektor presisi

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)

Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner generasi terbaru menggunakan teknologi mesin diesel common rail yang sangat canggih, seperti mesin 4N15 pada Pajero dan 1GD-FTV pada Fortuner. Mesin-mesin ini dirancang dengan lubang injektor yang sangat halus untuk menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan yang sangat tinggi agar pembakaran lebih sempurna. Solar murah umumnya memiliki kandungan sulfur yang sangat tinggi dibandingkan dengan standar yang dibutuhkan oleh mesin-mesin modern ini.

Kandungan sulfur dan kotoran yang tinggi pada solar murah dapat menyumbat lubang injektor yang sangat kecil tersebut dalam waktu singkat. "Penyumbatan ini akan menyebabkan semprotan bahan bakar tidak merata, yang mengakibatkan mesin bergetar hebat atau bahkan mati mendadak," ungkap para ahli teknis otomotif. Biaya penggantian satu set injektor diesel modern tidaklah murah dan sering kali jauh melampaui penghematan yang didapatkan dari membeli bahan bakar murah selama berbulan-bulan.

2. Penumpukan deposit karbon dan penyumbatan filter partikulat

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Selain masalah injektor, penggunaan solar murah secara rutin pada SUV diesel modern akan mempercepat penumpukan deposit karbon di dalam ruang bakar. Bahan bakar berkualitas rendah tidak terbakar sebersih Pertamina Dex atau Dexlite, sehingga menyisakan kerak hitam yang tebal pada katup dan kepala piston. Hal ini secara bertahap akan menurunkan performa mesin secara drastis, membuat tarikan mobil terasa sangat berat dan boros bahan bakar.

Mobil-mobil diesel modern produksi tahun 2026 juga umumnya telah dilengkapi dengan Diesel Particulate Filter (DPF) untuk memenuhi standar emisi Euro 4 atau Euro 5. Solar murah menghasilkan lebih banyak emisi jelaga yang dapat menyumbat DPF dengan cepat. Jika DPF tersumbat total, sistem komputer mobil akan masuk ke dalam limp mode atau mode darurat yang membatasi kecepatan kendaraan secara drastis, memaksa pemiliknya untuk melakukan penggantian komponen yang sangat mahal di bengkel resmi.

3. Risiko degradasi oli mesin dan penurunan usia pakai

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Bahan bakar dengan kadar sulfur tinggi juga berdampak buruk pada kualitas oli mesin melalui proses yang disebut pengasaman. Ketika sulfur hasil pembakaran bercampur dengan uap air dan masuk ke karter mesin, oli akan lebih cepat teroksidasi dan kehilangan daya lumasnya. Hal ini membuat interval penggantian oli harus dilakukan jauh lebih sering daripada jadwal normal, yang pada akhirnya justru menambah beban biaya perawatan rutin bagi pemilik kendaraan.

Dalam jangka panjang, penggunaan solar murah akan secara sistematis memperpendek usia pakai komponen internal mesin. Keausan pada dinding silinder dan bantalan kruk as akan terjadi lebih cepat akibat pelumasan yang terkontaminasi asam. Meskipun dalam jangka pendek mobil mungkin masih terasa bisa berjalan, kerusakan yang terakumulasi secara diam-diam ini merupakan bom waktu yang siap meledak sewaktu-waktu. Menghadapi kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex yang "gila-gilaan", perawatan preventif dengan tetap menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi tetap merupakan investasi paling aman untuk aset berharga ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More